ADAKITANEWS, Tulungagung – Meningkatnya serangan hama burung pipit pada puluhan hektare tanaman padi di area persawahan Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung membuat resah petani setempat. Serangan hama burung tersebut berpotensi menyebabkan gagal panen, ataupun susutnya hasil panen hingga 50 persen bahkan lebih.

Meski ditunggui, serangan burung pipit tetap saja terjadi. Sementara penunggu berada di sisi ujung sawahnya, burung pipit menyerang bagian tengah dan ujung lainnya. Mengantisipasi ancaman gagal panen akibat serangan hama burung, beberapa petani setempat berinisiatif memasang jaring nilon untuk mengamankan tanaman padi mereka.

“Untuk menyelamatkan sebagian padi, kita harus memasang jaring yang berbahan dari nilon. Setidaknya ini membantu mengamankan,” kata Iwan, petani Desa Sobontoro, Senin (02/10).

Jaring-jaring nilon dipasang menyelubungi tanaman padi, untuk menghadang burung agar tidak hinggap dan memakan padi. Meskipun sudah diselubungi jaring, tanaman padi tidak sepenuhnya aman. Terlihat burung masih menyerang, burung tersebut masih bisa menyelinap diantara jaring atau hinggap di atas jaring dan memakan bulir padi yang ujungnya dekat jaring.

“Meski tidak bisa mengamankan seratus persen, pemasangan jaring meminimalkan dampak serangan hama burung. Pemasangan jaring bisa mengamankan sekitar 80 persen tanaman padi,” lanjut Iwan.

Untuk memasang jaring tersebut, petani harus mengeluarkan biaya tambahan. Untuk lahan seluas satu hektare, dibutuhkan 24 buah jaring dengan harga Rp 120 ribu hingga Rp 140 ribu per buah.

Iwan menambahkan, bila dalam kondisi normal tidak ada hama, hasil panen dari lahan seluas sepertiga hektare rata-rata menghasilkan 3 ton gabah. Namun dengan adanya serangan hama burung ini, diperkirakan hasil panen akan menurun tinggal 1,5 atau 1 ton gabah.

“Hama burung pipit biasanya mulai menyerang tanaman padi usia 70 hari, ketika padi mulai berbulir. Burung burung yang selalu terbang berkelompok tersebut, hinggap dan memakan bulir bulir padi,” ujarnya.

Pemasangan orang-orangan sawah maupun bunyi-bunyian tak cukup membuat burung takut. begitu diusir dari blok satu burung akan berpindah ke blok tanaman padi lain. Jika dibiarkan bisa dipastikan petani akan mengalami gagal panen.(ta1)

Keterangan gambar : Petani di Tulungagung sedang memasang jaring.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/021017-ta1-tulungagung-burung.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/021017-ta1-tulungagung-burung-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,burung,padi,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Meningkatnya serangan hama burung pipit pada puluhan hektare tanaman padi di area persawahan Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung membuat resah petani setempat. Serangan hama burung tersebut berpotensi menyebabkan gagal panen, ataupun susutnya hasil panen hingga 50 persen bahkan lebih. Meski ditunggui, serangan burung pipit tetap saja...