IMG_20151222_160503Oleh : Widya Fattah Almis*

Setiap insan terlahir dari Rahim seorang ibu. Ibu menjadi sosok sentral dalam kehidupan seseorang sejak dia masih dalam kandungan sampai dia dewasa bahkan hingga sang ajal menjemput. Seorang ibu memberikan kasih sayang dan cinta kasihnya dalam kehidupan sang anak.

Begitu mulianya posisi dia (ibu) hingga seluruh agama di muka bumi ini membicarakan tentang ibu. Tuhan berfirman dalam surat Efesus 6 ayat 1-3 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian, hormatilah ayahmu dan ibumu, ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umur di bumi”.

Nabi Muhammad SAW dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairoh juga menyebutkan sosok seorang ibu sebanyak tiga kali: Telah datang seorang laki-laki kepada Rasullah lalu bertanya: “Siapakah manusia yang berhak untuk aku layani dengan sebaik mungkin? Rasullah SAW bersabda: Ibumu. Laki-laki itu bertanya lagi: kemudian siapa? Beliau bersabda: Ibumu. Orang itu terus bertanya: Kemudian siapa? Rasullah bersabda: Kemudian Ayahmu. (HR Bukhori, Muslim, Ibnu Majjah dan Ahmad)

Tidak cukup hanya itu, peran ibu dimasa kini turut menembus dinding peran yang lebih keras yaitu menafkahi kebutuhan keluarga guna menjaga stabilitas perekonomian. Peran yang diemban oleh seorang ibu sangatlah besar. Namun semua itu bisa dilakukan secara bersamaan dengan tulus dan penuh tanggung jawab. Peran itu menunjukan suatu pengorbanan dan perjuangan seorang ibu dalam melahirkan generasi terbaik peradaban.

Lahirnya Hari Ibu

Indonesia adalah satu dari sekian banyak negara di dunia yang merayakan hari ibu. Di Indonesia, hari ibu dirayakan setiap tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sementara itu di Amerika dan lebih dari 75 negara lainnya (Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hongkong) hari ibu atau Mother’s Day dirayakan pada hari minggu dipekan kedua bulan Mei.

Perayaan hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember ini diresmikan oleh Presiden Ir.Soekarno di bawah Dekrit Presiden No.316 Tahun 1953, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indones 1928. Hari ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia pertama yang diselenggarakan di sebuah gedung bernama Dalem Jayadipuran yang kini merupakan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. (https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu/11/12/2015)

Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatra. Gagasan penyelenggaraan kongres ini adalah untuk meningkatkan semangat kesadaran berbangsa dan bernegara serta untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan (Kathryn Robinson 2009: Gender Islam and Democracy in Indonesia) yang terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia abad ke-19 seperti Kartini, Dewi sartika, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Rasuna Said dan lain lain.

Sekolah Peradaban Bangsa

Dalam memperingati hari ibu, hahikatnya adalah tentang perempuan. Perempuan yang berhati selembut sutra namun memiliki sikap setegas pedang. Dikehidupan nyata perempuan (Ibu) hanya dipandang sebelah mata. Perempuan hanya dipandang sebagai makhluk yang hanya mengurus anak dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Sesungguhnya perempuan (Ibu) diibaratkan seperti ladang, sehebat apapun benihnya kalau ditanam di ladang yang kering dan gersang tidak akan tumbuh menjadi pohon yang subur nan teduh. Ibu adalah sekolah pertama karena dari dirinya pendidikan dimulai. Ibulah pilar utama dalam proses pendidikan. Prestasi dan kesuksesan anak sangat berkaitan erat dengan peran ibu sebagai sekolah pertama bagi seorang anak. Dengan kata lain, ibu adalah sekolah terbaik dalam membentuk karakter generasi peradaban bangsa. Seorang ibu mampu dengan baik mengoptimalkan karakter sikap, sifat, budi pekerti dan akhlak mulia. Seorang ibu mampu menjadi inspirasi dan motivasi dan ibu adalah guru terbaik sepanjang masa bagi anak.

Seyogyanya, momentum 22 Desember ini bukan hanya perayaan seremonial belaka namun lebih kepada pembentukan karakter anak sebagai generasi terbaik peradaban bangsa kelak. Perayaan hari ibu tahun ini sebaiknya lebih menekankan kepada peran ibu dalam meletakan dasar-dasar pendidikan.

*Penulis adalah Presidium GMNI Komite Pendidikan Dan Kebudayaan

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/12/IMG_20151222_160503.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/12/IMG_20151222_160503-150x150.jpgREDAKSISuara Kitagmni,Hari,Ibu
Oleh : Widya Fattah Almis* Setiap insan terlahir dari Rahim seorang ibu. Ibu menjadi sosok sentral dalam kehidupan seseorang sejak dia masih dalam kandungan sampai dia dewasa bahkan hingga sang ajal menjemput. Seorang ibu memberikan kasih sayang dan cinta kasihnya dalam kehidupan sang anak. Begitu mulianya posisi dia (ibu) hingga seluruh...