Ide Wujudkan Bluru Kidul Sebagai Edu Eko Wisata Kampung Kerang

870

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Ide untuk meningkatkan nilai perekonomian serta memberdayakan masyarakat yang ada dalam benak tujuh anggota tim PHBD (Program Hibah Bina Desa) dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), rupanya bukan impian semata. Sekumpulan anak muda ini ingin mengubah Kampung Nelayan Bluru Kidul menjadi Kampung Kerang.

Untuk mewujudkan impiannya itu tujuh anggota yang terdiri dari M Zakaria Dimas Pratama, Haedar Wahyu, Latifatun Ni’mah, Yuwono Nurkumalasari, A Anisatur Rosyidah, Ahmad Ahlis, dan Hayyun Naafi ini mengikuti PHBD (Program Hibah Bina Desa) 2017.

Proposal yang mereka ajukan ini lolos dalam PHBD 2017, setelah bersaing dengan 2.891 proposal lain dari berbagai kampus di Indonesia. Dengan mengambil konsep Kampoeng Kerang Sebagai Edukasi dan Ekowisata Guna Meningkatkan Kesehjateraan Desa Bluru Kidul, tim ini melakukan presentasi sebagai salah satu rangkaian monitoring evaluasi, yang diadakan Kemenristekdikti.

“Kegiatan itu diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 25-27 Oktober 2017. Hari pertama presentasi hasil laporan pelaksanaan kegiatan di Universitas Madura dilanjut hari kedua dan ketiga kunjungan secara langsung pihak acesor di lokasi pelaksanaan program,” kata Tim PHBD BEM Unusida, M Zakaria Dimas Pratama, Rabu (01/11).

Ia mengatakan pelaksanaan program ini diharapkan mampu memperdayakan dan meningkatkan nilai perekonomian masyarakat dengan mengolah produksi olahan dan kerajinan kerang.

“Selain itu juga memperindah Desa Bluru Kidul yang sudah lama dijuluki desa penghasil kerang dengan konsep destinasi wisata yang berbasis edukasi dan religi. Selain itu konsep wisata pesisir sungai dengan khas warung apung yang menjadi rencana pada jangka panjang kedepan pengembangan program ini. Untuk itu kami berharap ada peran serta dari para stakeholder baik pemerintahan daerah maupun perusahaan yang ada di Sidoarjo,” jelasnya.

Dimas mengatakan ia bersama timnya sudah melakukan pelatihan kuliner seperti pembuatan makanan dengan bahan dasar olahan kerang yang diikuti oleh karang taruna, ibu PKK, dan relawan pengembang Eduekowisata, serta mahasiswa yang disatukan menjadi komunitas Wonderfull Kampoeng Kerang.

“Kita sudah menghasilkan beberapa resep yakni krupuk kerang, bakso kerang dan nugget kerang. Tinggal mekanisme produksi dan pemasaran produk. Kita juga sudah sedikit menyulap Kampoeng Kerang, dengan menghias tempat dengan payung, lampion serta mengecat beberapa perahu,” imbuhnya.

Dimas mengatakan prosesi monitoring evaluasi berjalan lancar karena dibantu kepala Desa Bluru Kidul, Prastiyono, Rektor Unusida, Dr Fatkul Anam, Dosen Pembimbing, Luqman Hakim, Ketua Kelompok Nelayan, Waras serta masyarakat sekitar. “Semoga Dengan Program Hibah Bina Desa ini kita mampu menerapkan tri darma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Tim PHBD (Program Hibah Bina Desa) dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) saat melakukan presentasi di hadapan Kemenristekdikti.(ist)