KYAI UPAS 1KYAI UPAS 3KYAI UPAS 2@dakitanews Tulungagung – Ratusan warga Tulungagung mengikuti prosesi ritual Jamasan Tombak Kyai Upas yang digelar di Pendopo Kanjengan Kepatihan. Ritual yang selalu digelar saat bulan Syuro ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Ritual jamasan ini diawali dengan kirab kesenian Reog, yang mengiringi dayang atau putri membawa air dari 9 sumber. Air tersebut kemudian dicampur dengan kembang tujuh rupa dan digunakan untuk menjamas tombak Kyai Upas.

Salah satu Budayawan Tulungagung, Pitoyo, menuturkan, Pusaka Kyai Upas yang berwujud tombak ini, berkaitan erat dengan sejarah kerajaan Mataram islam. Selain itu pusaka ini juga berkaitan dengan sejarah berdirinya Kabupaten Tulungagung. “Sangat berkaitan dan ini merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan,” tuturnya.

Menurut sejarah, tombak Kyai Upas merupakan pusaka milik Ki Ageng Mangir, menantu raja Mataram yang menolak tunduk dalam kekuasaan Mataram. Setelah Ki Ageng Mangir meninggal, tombak ini kemudian disimpan di Pendopo Kanjengan Tulungagung.

Ritual jamasan ini menarik minat masyarakat Tulungagung. Salah satunya adalah Ari, mahasisiwi sebuah perguruan tingggi negeri di Malang ini mengaku sengaja datang untuk melihat prosesi jamasan. “Hanya dilakukan setahun sekali itu yang menarik,” pungkasnya.(Bram/Jati)

Keterangan Gambar : Prosesi jamasan pusaka, Kyai Upas Tulungagung.

REDAKSISeni Budayajamasan,Kyai upas,Tulungagung
@dakitanews Tulungagung - Ratusan warga Tulungagung mengikuti prosesi ritual Jamasan Tombak Kyai Upas yang digelar di Pendopo Kanjengan Kepatihan. Ritual yang selalu digelar saat bulan Syuro ini, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar. Ritual jamasan ini diawali dengan kirab kesenian Reog, yang mengiringi dayang atau putri membawa air dari...