ADAKITANEWS, Kediri – Organisasi Karya Muda RW 1 Desa Manyaran Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri mengadakan acara bertajuk “Ngaji Bareng BNN”, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Jumat (19/05) malam.

Kegiatan Ngaji Bareng BNN ini dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan diisi dengan pengarahan serta pencerahan tentang bahaya narkoba, khususnya Kabupaten Kediri. Tidak hanya itu, warga juga mendapatkan pengarahan tentang pelanggaran-pelanggaran lain yang marak terjadi belakangan ini, seperti obat-obatan terlarang dan minuman keras.

Dalam kegiatan yang mengambil tema Penyuluhan Anti Narkoba itu, Penyuluh dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri, Alfian Nurcahya memberikan informasi detail kepada seluruh warga di Desa Mayaran tentang perilaku anak muda dalam proses pengaruh besar pemakai, sampai tindak pidana dan proses rehabilitas pelaku narkoba.

Alfian mengatakan, untuk persentase pengguna narkoba di Lapas Kabupaten Kediri paling banyak dihuni adalah pelajar sekolah. Oleh karenanya, perlu dilakukan sosalisasi tentang bahaya darurat anti narkoba agar masyarakat tidak semakin banyak yang terjerumus kedalam sebagai pengguna barang terlarang tersebut. “Hasil survei yang sudah terdata, ada banyak pemakai narkoba di wilayah Pare dan sekitarnya,” ujar Alfian.

Alfian Nurcahya selaku Penyuluh dari BNN Kabupaten Kediri berharap agar para pemuda khususnya, bisa terus membentengi diri dari pengaruh narkoba. “Kita harus bisa membentengi dari agar narkoba ini tidak merusak generasi anak muda,” ujarnya.

Sementara itu Danramil Puncu, Kapten (Inf) Walifatma yang ikut hadir memberikan tausiyah mengatakan, bahwa salah satu cara memerangi narkoba adalah dengan agama. “Kita harus memberantas narkoba melalui agama. Karena dampak narkoba sudah menjadi tren di kalangan nasional,” ujarnya.

Dikatakannya, selain bisa menghilangkan akal sehat, narkoba juga bisa membuat iman semakin lemah. Sebab itu, Kapten (Inf) Walifatma berharap agar seluruh pihak baik orangtua atau lingkungan bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.

“Dalam hadis Rosullullah, barang siapa yang berzina dan minum-minuman keras maka diangkutlah iman dari kepalanya. Dan prinsip ini yang yang selalu dipakai oleh orang-orang barat untuk menghancurkan negara-negara Islam, melalui barang narkoba. Dan jangan sampai kita memakai narkoba apabila iman kita hilang,” pungkasnya.

Selain Danramil Puncu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Manyaran, Budi Hardjo, perwakilan dari Polsek Banyakan, Koramil Banyakan, seluruh Ketua RT di RW 1 dan seluruh perangkat Desa Manyaran.(kdr9)

Keterangan gambar: Kapten (Inf) Walifatma saat memberikan tausiyah. (bawah) Alfian Nurcahya, Penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kediri saat diwawancarai awak media.(foto: taufiqur rachman)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/200517-kdr9-kediri-bnn-1-1024x765.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/200517-kdr9-kediri-bnn-1-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,BNN,kediri,narkoba
ADAKITANEWS, Kediri - Organisasi Karya Muda RW 1 Desa Manyaran Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri mengadakan acara bertajuk “Ngaji Bareng BNN”, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Jumat (19/05) malam. Kegiatan Ngaji Bareng BNN ini dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan diisi dengan pengarahan serta pencerahan tentang bahaya narkoba, khususnya Kabupaten...