kurban@dakitanews Nganjuk – Menjelang Idul Qurban, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Hewan Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor dan peternak sapi, di Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Jumat, (26/09). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi binatang ternak, termasuk sapi dan kambing yang bakal menjadi binatang kurban. pada Hari Raya Idul Qurban, Minggu, (05/10) mendatang.

Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk KH Abdul Wakid Bardrus menyampaikan, di Nganjuk kebutuhan binatang ternak untuk persiapan qurban mencukupi.

Selain mengunjungi ke sejumlah pasar hewan, sidak juga dilakukan di kandang peternak langsung. Salah satunya, Pasar Hewan kelurahan Kedondong, ribuan ekor sapi dengan kualitas baik siap memenuhi kebutuhan pembeli untuk disembelih saat Hari Raya Qurban.

Mereka datang dari berbagai daerah. “Kebutuhan binatang ternak untuk persiapan Idul Qurban di Nganjuk sudah siap, kualitasnya juga bagus-bagus,” ujar Wabup Nganjuk didampingi pejabat dari Dinas Pertanian dan Kesbanglinmas Nganjuk saat melakukan sidak persiapan hewan qurban.

Selain, di pasar hewan, wabup juga mengecek kondisi sapi-sapi di salah satu peternak terbesar di Nganjuk, yakni di Desa Pacekulon, Kecamatan Pace milik H Mukayat Syah. Dalam kandang peternak ini, sedikitnya tersedia 450 ekor sapi berkualitas siap memenuhi kebutuhan pembeli untuk qurban.

Menurut wabup, dalam sidak kali ini ingin mengetahui kontak langsung antara peternak sapi dengan pembeli. “Penjual merasa senang dengan ternak yang dijual, sedangkan pihak pembeli juga dapat memilih ternak dengan benar dan berkualitas baik,” kata wabup. Hingga seminggu menjelang Idul Qurban ini, lanjut wabup rata-rata penjual dari luar daerah membawa 10 hingga 20 ekor, dan laku 2 hingga 3 ekor.

Hingga saat ini belum ditemukan adanya keluhan dari masyarakat terkait binatang ternak untuk qurban di pasaran. “Tidak ada sapi yang kurus kering dijual di pasar, kalau terjadi seperti itu, peternak sendiri yang akan rugi, karena saingannya adalah sapi-sapi yang berkualitas,” tegasnya.

Diakui, di Nganjuk tidak membatasi jumlah pasokan dari luar daerah. Begitu juga sebaliknya, banyak peternak sapi dari Nganjuk yang menjual ke luar daerah. Mereka sudah memiliki kerjasama yang baik antar daerah, sehingga saling mengisi dan bersaing secara sehat.

Dalam kesempatan yang sama, wabup berpesan kepada calon pembeli untuk langsung datang ke pasar hewan, atau ke kandang peternak. Mereka dapat memilih sapi ternak sesuai selera. Disarankan, baik pembeli maupun penjual jangan saling mencari keuntungan sepihak. “Bagi pembeli jangan merasa dipaksa atau terpaksa saat akan membeli sapi, lihat-lihat dulu sapi yang sesuai seleranya,” katanya.(Jati)

Keterangan Gambar : Kunjungan Wakil Bupati Nganjuk, KH Abdul Wakid Badrus

RedaksiPolitikhewan ternak;KH Abdul Wakid Badrus
@dakitanews Nganjuk - Menjelang Idul Qurban, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Hewan Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor dan peternak sapi, di Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Jumat, (26/09). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi binatang ternak, termasuk sapi dan kambing yang bakal menjadi binatang...