@dakitanews, Kediri – Tri Okta Argarini, juara 1 lomba cipta puisi yang akrab disapa Okta adalah siswi SMA 2 Pare yang berasal dari desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Hobinya menulis dan membaca membuatnya banyak memiliki perbendaharaan kata. Tak heran jika Okta mampu menuliskan puisi dengan pemilihan kata dan majas dengan sangat baik.

Selain meraih gelar juara, Okta juga menerima piagam, tropi serta uang pembinaan. Okta mengaku awalnya dia tidak optimis bisa juara, karena puisi karyanya merupakan curahan hati biasa.

“Semua bisa bikin puisi kok mas, puisi saya pun itu merupakan curahan hati. Biasa anak muda sekarang kan sering galau. Daripada galau cuma ditulis untuk status facebook ya tak tulis saja untuk puisi”, terangnya saat diwawancarai.

Okta juga mengaku senang dengan kegiatan Lomba Puisi yang diadakan oleh Komunitas Sastra. Dengan adanya lomba-lomba seperti ini, berarti penghargaan terhadap karya sastra akan semakin tinggi kembali. Okta juga menambahkan bahwa sastra sekarang jarang mendapat perhatian, padahal sesedikit apapun penghargaan, meskipun tidak dengan uang, dia optimis pasti akan banyak memunculkan karya-karya hebat.

“Saya senang dengan kegiatan seperti ini, kan di Kediri jarang ada lomba-lomba seperti ini,di sekolah-sekolahpun jarang. Padahal banyak karya-karya teman-teman yang lebih bagus, tapi tidak ada wadahnya”, imbuh Okta. (afip)

Berikut adalah Karya Puisi Karya Tri Okta Argarini:

Gadis Manis Rindu Akan Pulang

Kristal cantik bergulir dijalan yang sepi
Menutup jalanan dengan kilau suci
Rasa dingin mengejar anak kecil berbulu domba
Lapak jajanan sudah menghilang
Ditelan salju dunia seberang
Pelan-pelan rubah menghembus
Menikmati panas dan tubuhnya
Lalu burung camar ikut menari
Lebih suka pada musim ini
Daun cemara yang terkikis
Berhenti untuk merajut mimpi
Dalam kedinginan sunyi
Sementara rumah-rumah meramai
Berkumpul lah mereka dalam satu meja
Mengguyur salju dengan tawa
Sambil meliukan teko mereka
Aromanya mengepul di udara
Namun ada seorang dibalik jendela
Gadis manis anak siapa?
Hiruk pikuk tak dapat menghalanginya
Tangan mungil itu
Berbalut perjuangan
Siapa tau jalan cerita?
Menggenggam secarik nostalgia
Dalam foto yang hampa
Lalu air itu meleleh
Panas hatinya membara
Mengalahkan dinginnya salju dan udara luar
Ia menangis
Gadis manis itu menangis
Di matanya tersirat kerinduan
Dahinya rindu akan kecup kasih sayang
Telinganya yang haus akan tuturan
Gadis manis rindu akan belaian
Semua cerita berjalan di rumah tuanya
Gadis manis rindu akan pulang
Untuk memastikan kehidupannya
Di esok mendatang
Masih sama dan takkan berubah
Ia rindu akan pulang
Menantikan pelukan ibunya tersayang
Namun siapa tahu jalan cerita?
Gadis manis yang rindu pulang
Dan menantikan pelukan sayang
Rindu itu tak kesampaian
Karena ibu telah berpulang

RedaksiSeni Budayajuara puisi,puisi
@dakitanews, Kediri - Tri Okta Argarini, juara 1 lomba cipta puisi yang akrab disapa Okta adalah siswi SMA 2 Pare yang berasal dari desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Hobinya menulis dan membaca membuatnya banyak memiliki perbendaharaan kata. Tak heran jika Okta mampu menuliskan puisi dengan pemilihan kata dan...