petani_sulit_pupukSENIN, 15 SEPTEMBER 2014 18:12:42 – OLEH : ANAM

ADAKITANEWS Kediri – Para petani di Kabupaten Kediri tidak bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah. Pasalnya, untuk bisa mendapatkanya, petani harus mengantongi surat pengantar dari kelompok tani dan namanya tercamtum di kios pupuk yang sesuai wilayah RDKK (Rencana Devinitif Kelompok Kerja). Itu pun dirasa kurang oleh petani, sebab jatah petani sangat terbatas.
“Pupuk sulit didapat, kalaupun dapat itupun sangat kurang,” tutur Slamet, 50 tahun, petani asal desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri.
Slamet mengatakan, kesulitannya mendapatkan pupuk bersubsidi dikarenakan ketika tanaman itu sudah waktunya diberi pupuk, tapi stok pupuk belum ada. Sehingga perkembangan tanaman kurang maksimal. Disamping itu Slamet mengatakan, model paket jatah pupuk bersubsidi juga tidak disesuaikan dengan jenis tanaman para petani. Akibatnya beberapa jenis pupuk tidak bisa dipergunakan.
Petani berharap pupuk bersubsidi kembali lancar seperti biasanya, dan tanpa ada pembatasan. Agar sewaktu-waktu jika tanaman bermasalah dan membutuhkan pupuk cepat tertangani.
“Seharusnya tidak usah dipaket seperti ini, sehingga semua pupuk bisa digunakan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Bagi pemilik kios juga dipusingkan dengan keadaan ini. Menurut Sumarman, 52 tahun, pemiliki kios pupuk di desa Wonokerto, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri sebelum pihaknya mendapatkan jatah pupuk, ia harus mengajukan RDKK yang kemudian disetujui oleh Pemerintah Daerah. RDKK itu berisi nama-nama petani yang telah terdaftar di kelompok tani. Itupun prosesnya butuh waktu.
“Kira-kira butuh waktu seminggu setelah pengajuan diserahkan, itupun kalau disetujui Pemerintah,” ujar Sumarman kepada @dakita.com pada (15/09).
Selain pengajuan RDKK oleh pemilik kios yang cukup rumit, Sumarman juga mengeluhkan kurang disosialisasikannya pembatasan pupuk tersebut. Akibatnya, banyak petani yang tidak paham dan belum sempat tercatat di kelompok tani tertentu.
Ditambah stok pupuk yang diberikan Pemda kepada penjual pupuk juga ada batasnya. Bahkan, menurutnya, tidak semua kios stok pupuk bersubsidi tidak sampai akhir masa tanam ini yakni dua bulan mendatang.”Banyak kios pupuk yang stok tidak sampai pada akhir tanam ini,” Tutur Sumarman.(anam/tya)
keterangan gambar : Sumarman, pemilik kios pupuk

redaksiDaerah
SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 18:12:42 - OLEH : ANAM ADAKITANEWS Kediri – Para petani di Kabupaten Kediri tidak bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah. Pasalnya, untuk bisa mendapatkanya, petani harus mengantongi surat pengantar dari kelompok tani dan namanya tercamtum di kios pupuk yang sesuai wilayah RDKK (Rencana Devinitif Kelompok Kerja). Itu...