Kabupaten Madiun Belum Miliki Peta Daerah Rawan Bencana

754

2016-04-22_20.17.21ADAKITANEWS, Madiun – Kabupaten Madiun baru merancang peta daerah rawan bencana melalui pendekatan empiris dan ilmiah. Hal ini disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami hingga kini memang belum memiliki peta daerah rawan bencana seperti diminta BNPB.  Selama ini data yang ada, masih berdasarkan kejadian bencana dilaporkan atau ditangani BPBD. Dalam kegiatan ini kami ingin mendapat masukan dari pihak Kecamatan dan lainnya ” jelas Kepala BPBD Kabupaten Madiun Edy Harianto, Jum’at (22/4).

Ia mengatakan semula memasukan 5 bencana seperti banjir, longsor, kebakaran, kekeringan dan angin puyuh. Jika ada masukan bencana lain, pihaknya siap memasukan untuk bahan penelitian hingga dimasukkan dalam data daerah rawan bencana.

“Jadi tidak menutup kemungkinan bencana lain dapat dimasukkan dalam peta rawan bencana. Seperti tadi, ada yang memberikan masukan menyangkut tanah retak atau ambles di Kecamatan Dagangan dan gempa bumi beberapa kali terjadi di Kecamatan Saradan,” jelasnya

Menurut Edy Harianto melalui pemetaan daerah rawan dapat dijadikan pijakan dalam menghadapi atau mengambil kebijakan soal bencana. Lalu, mendukung pemetaan tata ruang, rujukan investor hingga pembangunan daerah. “Kami rencanakan peta itu selesai dikerjakan medio akhir Juli nanti,” tandasnya.

Terpisah, Bupati Madiun Muhtarom menyambut baik pembuatan peta itu. Ia menganggap, pembuatan peta itu sangat diperlukan untuk kepentingan masyarakat luas. “Apalagi, melalui pembuatan peta itu dapat mendukung untuk berbagai keperluan, termasuk untuk keperluan daerah, propinsi hingga nasional,” ujarnya.(Uk)

Keterangan Gambar : Kepala BPBD Kabupaten Madiun Edy Harianto, tengah menyampaikan materi pokok pemikiran  rencana penyusunan daerah rawan bencana. (Foto: Agoes Basoeki)