ilustrasi+penganiayaan@dakitanews Nganjuk – Kasus Penganiayaan dengan tersangka Karjono, Kepala Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot, di limpahkan ke Kejaksaan Negeri (kejari) Nganjuk, selasa (23/9). Karena berkas perkara (P-21) di nyatakan lengkap beberapa waktu yang lalu, akhirnya penyidik Polres Nganjuk melakukan pelimpahan kedua terhadap Karjono, Kepala Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot.

“Berkas perkaranya dan tersangka sudah kami limpahkan ke Kejari, setelah tersangka kami limpahkan, ditahan atau tidak itu wewenang pihak kejaksaan,” ujar AKP Dedy Iskandar, Kasat Reskrim Polres Nganjuk, Kamis (25/9).

Diketahui, ditetapkannya Karjono, Kepala Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot sebagai tersangka dan dilimpahkan ke Kejari oleh penyidik Polres Nganjuk ini bermula atas laporan Robian ,32, warga setempat yang mengaku telah aniaya oleh Karjono hingga mengakibatkan luka serius di bagian kepala dan sempat dirawat di ruang Bougenvile RSUD Kertosono, Minggu (10/5) yang lalu.

Atraksi bogem mentah yang dilakukan pak kades terhadap warganya itu sendiri dipicu karena salah paham saat keduanya sama – sama memikul keranda jenazah bu Tarmi warga setempat, dengan posisi berdampingan. Saat memikul, ada kesan terburu – buru dan Robian diduga mendorong Karjono hingga jalannya terseok – seok nyaris tertabrak truk. Lantas Karjono meminta pada salah satu pelayat untuk menggantikan posisi korban.

Usai proses pemakaman, Robian dipanggil oleh Karjono dan dibonceng sepeda motor diajak ke lokasi pembuatan batu merah miliknya. Sesampainya di lokasi, dia langsung diajak masuk ke salah sebuah kamar. Ketika itu, Roso Suwito, pakde korban dan Jumakir Irawan, kakak korban berusaha melerai, namun Karjono malah membentak keduanya.

Dengan arogannya, Karjono langsung menjambak rambut korban, dan membabi buta menghujamkan jurus jotos ke tengkuk dan dada korban berulang kali sampai tidak bisa dihitungjumlahnya hingga korban jatuh tersungkur, sampai muntah muntah lalu pingsan.
Usai melampiaskan amukkannya dengan memukuli korban, Karjono langsung mangkir meninggalkan korban tergeletak sekarat.

Kejadian ini disaksikan oleh Roso Suwito dan Jumakir Surawan yang membuntuti pelaku dari belakang. Karena kondisi korban mengkawatirkan, akhirnya korban dilarikan langsung ke RSUD Kertosono untuk perawatan intensif. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Polsek Ngronggot.

“Setelah menerima laporan, kasus diproses dan dengan barang bukti visum yang dikeluarkan oleh RSUD Kertosono serta keterangan beberapa saksi, akhirnya Karjono kita tetapkan menjadi tersangka yang selanjutnya kita limpahkan ke kejaksaan,” terang AKP Dedy.

Sementara, Kasi Pidana Umum Kejari Nganjuk, Anggi Digdo,SH membenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan tahap dua tersangka kasus penganiayaan oleh Karjono. “Benar, tersangka sudah dilimpahkan dan langsung kami jebloskan ke rumah tahanan, tersangka melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP dengan tuntutan hukuman penjara dua bulan delapan hari,” jelas Anggi.

Ditambahkan oleh Anggi, tersangka sebenarnya sudah mengajukan surat penangguhan penahanan, namun karena tidak ada perdamaian dengan korban, maka pengajuan penangguhan penahanan itu ditolaknya. “Karena tidak ada itikad baik untuk berdamai, pengajuan penangguhan penahanan kami tolak,” tambah Anggi. (Kmto/jati)

Keterangan Gambar : Ilustrasi penganiayaan

RedaksiHukum Kriminal
@dakitanews Nganjuk - Kasus Penganiayaan dengan tersangka Karjono, Kepala Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot, di limpahkan ke Kejaksaan Negeri (kejari) Nganjuk, selasa (23/9). Karena berkas perkara (P-21) di nyatakan lengkap beberapa waktu yang lalu, akhirnya penyidik Polres Nganjuk melakukan pelimpahan kedua terhadap Karjono, Kepala Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot. 'Berkas perkaranya dan...