ADAKITANEWS, Blitar – Keberadaan sampah di lingkungan masyarakat seringkali membuat berbagai macam masalah, seperti banjir maupun penyakit. Apalagi sampah plastik yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa membusuk. Pemerintah pun sudah berupaya untuk memberikan beberapa kebijakan, mulai dari pelarangan belanja dengan menggunakan kantung plastik sebagai tempatnya, hingga membebankan biaya plastik pada warga yang tengah berbelanja.

Di tengah upaya Pemerintah untuk memerangi sampah plastik, seorang warga Kabupaten Blitar justru mampu menciptakan alat yang mengubah sampah kantung plastik menjadi bahan bakar minyak berupa solar, premium, dan minyak tanah. Orang ini adalah Mulyani, 59, warga Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar.

Mulyani yang hanya lulusan SD ini mengaku, telah membuat alat yang diberi nama Desilator sampah plastik. Sistem kerja alat inipun sederhana, yakni membakar sampah plastik dalam tungku (Desilator) ciptaannya, dan uapnya akan menetes menjadi tiga bahan bakar sekaligus dengan lubang pengeluaran yang berbeda-beda.

“Alat ini memiliki tiga lubang pembuangan uap yang menjadi bahan bakar, dan masing-masing terpisah,” ungkapnya, Sabtu (04/11).

Mulyani menjelaskan, bahwa alatnya ini memiliki kapasitas 10 kilogram, yang dapat menghasilkan BBM berupa 6 liter solar, 2,5 liter premium, dan 1,5 liter minyak tanah. Untuk membakar sampah kantung plastik sebanyak 10 kilogram ini membutuhkan LPG sebanyak 2 kilogram.

“Saya setiap hari membakar sampah-sampah kantung plastik di tempat saya bekerja (Bank Sampah Wlingi). Untuk perasional kendaraan pengangkut sampah saya juga menggunakan BBM yang saya buat ini,” paparnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Mulyani, saat membuat BBM.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/051117-fat-blitar-sampah-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/051117-fat-blitar-sampah-150x150.jpgREDAKSITokohadakitanews,BBM,Berita,blitar,sampah plastik
ADAKITANEWS, Blitar - Keberadaan sampah di lingkungan masyarakat seringkali membuat berbagai macam masalah, seperti banjir maupun penyakit. Apalagi sampah plastik yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa membusuk. Pemerintah pun sudah berupaya untuk memberikan beberapa kebijakan, mulai dari pelarangan belanja dengan menggunakan kantung plastik sebagai tempatnya, hingga membebankan biaya plastik...