Kapolres Pastikan Lebih Dari Satu Tersangka Pembangunan Gedung KPU Nganjuk

985

ADAKITANEWS2015-10-12_22.45.21, Nganjuk – Setelah tim ahli konstruksi dari Universitas Brawijaya dan juga BPKP melakukan uji kontruksi bangunan KPUD Nganjuk, pihak Polres Nganjuk bisa segera menangkap pelakunya. Saat ini, Senin (12/10) Polres Nganjuk memastikan lebih dari satu orang tersangka yang terlibat korupsi pembangunan tersebut.

Pembangunan gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nganjuk yang menelan anggaran Rp.2.48. Namun, pembangunan tersebut tidak sesuai dengan speknya. Hal ini membuat Bupati Nganjuk mengijinkan anggota KPU menempati gedung Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang saat ini kosong.

Karena dianggap pembangunannnya menyalahi RAB dan besteknya, maka petugas Polres Nganjuk melakukan penyelidikan hingga menurunkan tim ahli konstruksi dari Univ Brawijaya dan juga BPKP untuk menentukan kerugian Negara akibat dari pembangunan gedung KPUD Nganjuk ini.

Kapolres Nganjuk AKBP Moh Darwis menjelaskan, hasil audit BKPK dalam bulan ini segera keluar. KaPolres memastikan segera dapat menjerat pelaku korupsi dan menjebloskan ke dalam penjara.

“Bulan ini diperkirakan hasil audit BPKP akan segera turun dan segera akan tahu berapa besar kerugian Negara karena pembangunan gedung KPUD ini. Polres akan segera menentukan tersangkanya,” jelas AKBP Moh Darwis dalam jumpa pers di lobby Mapolres

Ditanya masalah hasil penyelidikan ahli konstruksi dari Unibraw Kapolres menegaskan, hasil penyelidikan tim ahli akan dapat menjadi bahan pertimbangan penyidik, tetapi yang paling utama adalah hasil audit BPKP. “Kalau kerugian negaranya sudah ada, maka polres Nganjuk langsung dapat menetapkan tersangkanya, kami memastikan tersangkanya lebih dari satu” jelasnya.(Jati)