1412499730330id203131@dakitanews Nganjuk – Setelah sebelumnya melayangkan Surat Laporan ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) di Jakarta, Imam Mulyadi,51, salah seorang staf PNS di RSUD Nganjuk, asal Desa Kerepkidul Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/10) Pukul 11.00 Wib mendatangi Polres Nganjuk.

Kedatangan staff RSUD ke Polres Nganjuk ini dengan maksud melaporkan secara Pidana terkait pemotongan gajinya yang dilakukan Pihak Management RSUD Nganjuk. Dengan masih mengenakan baju seragam khas rumah sakit, Pelapor membawa barang  bukti tertulis tentang penyelewengan keuangan yang dilakukan pihak management.

Menurut pelapor, dia  menjadi korban ulah oknum bendahara. Karena tidak ada penyelesaian dengan pihak managemen RSUD, maka dia menempuh jalur hukum.

“Saya juga melaporkan secara pidana kasus pemotongan gaji yang saya alami. Sebab pihak managemen tidak segera menyelesaikan persoalan tersebut,” jelas Mulyadi.

Ditemui @dakitanews, KBO Satreskrim Polres Nganjuk, AKP Yoyok menerangkan telah menerima laporan dari Pelapor,”Saat ini kami dalami dulu kasusnya, dan sementara korban yang melapor baru satu orang dan  tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang melapor,” terang Yoyok.  (Kmto/jati).

Keterangan Gambar : Pelapor saat memberi keterangan di Mapolres Nganjuk

RedaksiPolitikUncategorizedtipikor
@dakitanews Nganjuk - Setelah sebelumnya melayangkan Surat Laporan ke BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) di Jakarta, Imam Mulyadi,51, salah seorang staf PNS di RSUD Nganjuk, asal Desa Kerepkidul Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Sabtu (4/10) Pukul 11.00 Wib mendatangi Polres Nganjuk. Kedatangan staff RSUD ke Polres Nganjuk ini dengan maksud melaporkan secara...