ADAKITANEWS, Blitar – Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, mulai Januari hingga Agustus 2017 pihaknya mencatat ada 53 penderita demam berdarah, dengan dua diantaranya telah meninggal dunia.

Menurutnya, jika dilihat dari data yang ada kasus demam berdarah di Kabupaten Blitar menunjukkan penurunan secara signifikan. Hal itu karena di tahun sebelumnya pada periode yang sama, sudah ada sekitar 200 kasus.

“Alhamdulillah jumlah penderita demam berdarah hingga bulan Agustus menurun signifikan. Tahun sebelumnya di periode yang sama kita menangani lebih dari 200 kasus. Tapi tahun ini menurun menjadi 53 kasus,” kata Krisna, Sabtu (16/09).

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi peningkatan kasus, pihaknya tetap melakukan berbagai kegiatan pencegahan demam berdarah, diantaranya seperti gema pramatantik, satu rumah satu jumantik, dan meningkatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Pada akhir tahun kan segera memasuki musim penghujan yang biasanya diikuti dengan peningkatan kasus Demam berdarah. Jadi kita tetap melakukan upaya antisipasi,” jelasnya.

Untuk diketahui selama tahun 2016 ada total 308 kasus demam berdarah di Kabupaten Blitar dengan 11 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.(fat/wir)

Keterangan gambar: Nyamuk aedes aegypti.(google.com)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/demam-berdarah-1024x667.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/demam-berdarah-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,blitar,demam berdarah
ADAKITANEWS, Blitar - Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, mulai Januari hingga Agustus 2017 pihaknya mencatat ada 53 penderita demam berdarah, dengan dua diantaranya telah meninggal dunia. Menurutnya, jika dilihat dari data yang ada kasus demam berdarah di Kabupaten Blitar menunjukkan penurunan secara signifikan....