pengeroyokaan 2@dakitanews Kediri– Kasus perkelahian sesama mahasiswa warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Ricky M Banunaek, 21, (korban) dan Santos (DPO), yang berujung pengroyokan ternyata dipicu dari ejekan Santos. Sementara itu, dari hasil penyelidikan dan keterangan beberapa saksi korban pengroyokan bertambah 1 orang yakni Fetis Sapay, 31, mahasiswa warga NTT.

Data yang dihimpun @dakitanews.com, perkelahian dua mahasiswa NTT ini bermula saat korban, Sabtu (11/10) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, datang ke tempat kos Iwan di Dusun Baudendo, Desa Pelem, Kecamatan Pare atau biasa disebut akop. Dalam tujuannya, korban hendak meminta kartu ATM yang dibawa Iwan. Karena Iwan tidak ada ditempat kos akhirnya korban bertemu dengan Santos.

Pada saat Santos bertemu dengan korban, Santos langsung mengejek korban dengan sebutan “Tolo” (alat kelamin laki-laki). Ternyata, sebutan itu membuat korban marah lantaran diejek. Lalu, korban dengan nada marah sambil pulang berkata “Kalau mau duel dengan saya”.

Dipicu kalimat tantangan dan korban mengajak berkelahi, ternyata tantangan itu diterima oleh Santos. Santos yang membuntuti korban dengan membawa pisau hingga sampai dirumah kos korban, di jalan Matahari Dusun Puhrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.

Sesampainya di tempat kos korban, Santos langsung mengajak korban duel. Santos yang berhasil dikalahkan oleh korban, ternyata tak menyerah begitu saja. Santos mengeluarkan pisau untuk ditancapkan ketubuh korban. Namun korban yang berhasil menghindar dengan menangkis akhirnya terkena di lengan sebelah kanan.

Disaat perkelahian itu masih beraksi, dua teman Santos datang dengan mengendarai mobil warna putih, membantu Santos mengroyok korban. Sementara itu, Fetis teman korban, mengetahui perkelahian tersebut langsung datang untuk melerai perkelahian tersebut. Fetis yang coba melerai, justru malah dihajar hingga babak belur oleh Santos Cs.

Warga yang mengetahui peristiwa tersebut, berhamburan datang untuk melerai pengroyokan. Dan dua korban dibawa ke rumah sakit untuk mengobati lukanya serta melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Nandu Dyananta menuturkan, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Sebelum mereka berkelahi, mereka sempat cekcok. Dari hasil penyelidikan korban bertambah 1 orang. Saat ini kami masih memburu pelaku yang kabur ke luar kota, ” tutur Kasatreskrim.(gar).

Keterangan Gambar : Polisi saat olah TKP tawuran sesama mahasiswa NTT

RedaksiHukum Kriminalpengeroyokan NTT
@dakitanews Kediri- Kasus perkelahian sesama mahasiswa warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Ricky M Banunaek, 21, (korban) dan Santos (DPO), yang berujung pengroyokan ternyata dipicu dari ejekan Santos. Sementara itu, dari hasil penyelidikan dan keterangan beberapa saksi korban pengroyokan bertambah 1 orang yakni Fetis Sapay, 31, mahasiswa warga NTT. Data...