ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) akan mensuport Komunitas Budidaya Ikan Patin Tulungagung, dengan membantu mengawasi kesehatan bibit ikan dari luar yang masuk untuk kesenjangan stabilitas harga dan kualitas ikan.

Pada acara Puncak Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di Pasar Puspa Agro Jemundo Taman Sidoarjo, Selasa (03/04), ‎Kepala BKIPM, Dr Ir Rina M Si menegaskan bahwa ikan patin yang masuk ke Indonesia akan diperketat pengawasannya.

Rina menungkapkan, BKIPM adalah ujung tombak dari KKP dan akan selalu berkomitmen menjaga sumber daya kelautan dan Ikan yang ada di tanah air.

Dalam kesempatan itu Rina juga mengajak masyarakat untuk peduli bersama dalam menjaga kualitas mutu ikan patin, yang dihasilkan oleh para pembudidaya ikan patin di Tulungagung melalui karantina. Baik ikan tangkapan maupun ikan hasil dari budidaya. ‎

“Kita akan menjaga, tidak boleh ada patin ilegal dari luar masuk ke Indonesia. Karena kita akan mengembangkan Patin Indonesia,” ‎ujar wanita yang dilantik menjadi Kepala BKIPM oleh Menteri KKP, Susi Pudjiastuti pada bulan Maret 2016 lalu itu.

Rina menjelaskan, bahwa selain masuknya ilegal dan merugikan negara karena tidak ada pajak, patin ilegal dari luar negeri juga tidak terjamin standar kesehatannya. Hal itu karena proses pengirimannya yang tidak jelas dan mengganggu harga pasar.

“Dengan begitu, peran teman-teman di karantina kita harapkan betul, untuk semakin kuat menjaga pintu-pintu yang formal maupun yang tangkahan,” ujarnya.‎

Lebih jauh Rina memaparkan, BKIPM tercatat mampu menyelamatkan sumber daya ikan dan produk perikanan melalui kegiatan karangtina yakni di tahun 2016 sebesar 308 miliar, dan pada tahun 2017 sebesar 356,9 miliar.

Terkait hal itu, KKP melalui BKIPM akhirnya menyelenggarakan program GEMASATUKATA (Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina). Acara yang sempat dijadwalkan dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan, Susi Puji Astuti itu digelar untuk membangun kepedulian dari berbagai golongan. ‎

“Kepatuhan dan kepedulian yang tinggi terhadap arti pentingnya menjaga kesehatan ikan, keamanan hayati ikan, serta pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan dan penegakkan hukum dalam bingkai kedaulatan di wilayah Kesatuan Republik Indonesia,” tutup Rina di akhir acara.(sid3)

Keterangan gambar : Kepala BKIPM, Dr Ir Rina, MSi (dua dari kiri) bersama Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah.(foto: andri santoso)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180404_002834.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180404_002834-150x150.jpgREDAKSIEkbisadakitanews,Berita,ikan patin,kementerian kelautan,sidoarjo,Tulungagung
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) akan mensuport Komunitas Budidaya Ikan Patin Tulungagung, dengan membantu mengawasi kesehatan bibit ikan dari luar yang masuk untuk kesenjangan stabilitas harga dan kualitas ikan. Pada acara Puncak Bulan Bakti Karantina dan...