Luhut-3

ADAKITANEWS, Madiun – Kepala Staf  Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan PT INKA tidak perlu pindah total dari Kota Madiun, jika ada pemindahan hanya bagian tertentu saja. Meski, sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan pemindahan PT INKA dari Kota Madiun ke Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik diatas lahan pengganti milik PT Garam.

“PT INKA tidak perlu pindah total, pemerintah dan PT INKA sudah berpikir lahan yang ada disini (Kota Madiun) sudah tidak mencukupi lagi untuk menunjang keperluan pembuatan kereta, khususnya untuk memproduksi kereta atau barang kebutuhan ekspor,” ujarnya usai melakukan kunjungan dan pertemuan dengan jajaran PT INKA, Jum’at (3/7).

Makanya, dipikirkan sebagian industrinya, khususnya pemenuhan kebutuhan ekspor di Surabaya atau Gresik. “Jadi, PT INKA tidak perlu dipindah total, agar produksi lain masih ada disini dapat berkembang dan bersinergi dengan lingkungan sekitar. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” tandas mantan Komandan Korem 081 Dhirot Saha Jaya (DSJ) Madiun ini.

Hal lain, tambahnya, perkembangan PT INKA tergolong bagus dalam berbagai hal, maka peranan PT INKA oleh pemerintah akan dikedepankan. Bahkan, Presiden Joko Widodo menginginkan industri dalam negeri dapat tumbuh pesat. Guna mendukung itu pemerintah menambah penyertaan modal di PT INKA. “Penambahan modal pemerintah tentunya disesuai dengan rencana bisnis PT INKA,” tandasnya.

Menurutnya melalui penyertaan modal pemerintah nanti, diharapkan industri pendukung PT INKA dapat tumbuh, begitu juga bagi BUMN lain. “Saya harus akui, selama ini pemerintah belum maksimal memberikan support bagi PT INKA, sisi lain pemerintah terus mendukung dan melakukan pemakaian produk dalam negeri dalam berbagai hal,” ujarnya lagi.

Jika semua kebutuhan dibuat dalam negeri, tambahnya, ada kelebihan pada unsur Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bisa mencapai 40%-60%, sedangkan dari luar negeri tidak ada, Bahkan, dalam APBN jika ada produk bisa dibuat dalam negeri agar memakai produksi dalam negeri. “Pemerintah serius dalam mendukung produk dalam negeri dapat berkembang pesat dan maju,” ujarnya serius.

Sebelumnya, Kementerian BUMN berencana memindahkan lokasi pabrik PT INKA dari Kota Madiun ke Kecamatan Manyar di Kabupaten Gresik. Calon lokasi baru pabrik PT INKA itu merupakan sebuah pabrik milik PT Garam yang sudah tak berproduksi lagi. Menteri BUMN Rini Soemarno medio Mei lalu menyodorkan dua alasan pemindahan PT INKA.

“Alasan pertama soal tanah tersedia dan ini sinergi sesama BUMN antara INKA dan Garam, juga fasilitas rel hanya menyambung beberapa ratus meter saja menuju Terminal Teluk Lamong. Sehingga dua alasan tadi maka diputuskan untuk merelokasi Inka,” ujar Rini.

Rini juga menyatakan pabrik Inka di Kota Madiun dirasa kurang besar untuk meningkatkan hasil produksinya.  Misalnya, untuk percepatan proyek pembangunan kereta Trans Kalimantan, kereta cepat Bekasi-Cawang hingga proyek lainnya. “Semua itu menunjukkan permintaan) besar. Makanya, perlu relokasi karena Madiun sudah tidak cukup mampu untuk menambah produksi,” tandasnya. (UK)

Keterangan foto : Kepala Staf  Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan tengah menerima penjelasan persoalan hingga berbagai pekerjaan diperoleh PT INKA dan Luhut sesekali memberikan komentar kepada Dirut PT INKA Agus H Purnomo.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/Luhut-3.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/Luhut-3-150x150.jpgRedaksiNasionalkai,kepresidenan,madiun,pt,Staf
ADAKITANEWS, Madiun - Kepala Staf  Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan PT INKA tidak perlu pindah total dari Kota Madiun, jika ada pemindahan hanya bagian tertentu saja. Meski, sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan pemindahan PT INKA dari Kota Madiun ke Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik diatas lahan pengganti...