Kesejahteraan UPTD PMK Nganjuk Memprihatinkan

1248

ADAKITANEWS, Nganjuk – Kondisi PMK Nganjuk hingga kini masih dianggap memprihatinkan lantaran sangat jauh dari standarisasi jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga. Bahkan, UPTD yang masih menjadi satu dalam naungan Dinas PU Cipta Karya itu sangat jauh dari segi kesejahteraan maupun fasilitas yang diberikan dalam mengemban tugasnya.

Seperti diungkapkan Setyana Duwiharto, Kepala UPTD PMK Kabupaten Nganjuk. Kesejahteraan mereka masih sangat jauh jika dibanding daerah lain seperti Madiun, Kediri, Bojonegoro, dan lainnya.

Disebutkan, selama ini PMK Nganjuk hanya memperoleh Rp 20 ribu untuk uang gerak atau uang yang diperoleh dari setiap kebakaran. Padahal di kabupaten lain, setiap kebakaran para PMK-nya bisa memperoleh uang gerak hingga Rp 50 ribu.

Belum lagi di daerah lain, para petugas masih memperoleh uang makan minimal rata-rata Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta per petugas setiap bulan. Selain itu, PMK di daerah lain juga masih mendapatkan uang risiko bahaya tinggi yang tidak didapatkan di UPTD PMK Nganjuk.

Kepala PMK mengatakan jika sebenarnya pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah ini. Mulai dari pengajuan hingga konfirmasi terkait kondisi yang mereka hadapi. Namun hingga kini belum ada tanggapan oleh dinas terkait maupun pemerintah daerah setempat. “Alasan dari dinas terkait karena faktor dana. Padahal sudah berkali-kali mengajukan. Seolah memang kita tidak diperhatikan,” keluhnya.

PMK Nganjuk berharap supaya kedepan mereka bisa memiliki kantor sendiri, dan lepas dari Dinas PU Cipta Karya.

Sementara itu, Raditya Harya Yuangga, anggota Komisi B DPRD setempat, yang sekaligus menjadi Ketua Pansus STUK saat dikonfirmasi perihal persoalan tersebut menyampaikan jika memang PMK Nganjuk harus memiliki kantor sendiri. “PMK Nganjuk harus menjadi kantor sendiri. Dengan begitu kita bisa membuatkan aturan-aturan yang mengatur masalah standarisasi maupun kesejahteraan,” ujarnya.(Jati)

Keterangan Gambar: Petugas PMK Nganjuk melakukan cek kesiapan kendaraan.(foto : Bagus Jatikusumo)