ADAKITANEWS, Jombang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang menanggapi permasalahan tentang materi khilafah yang terdapat pada naskah ujian yang ditujukan kepada siswa madrasah. Permasalahan tersebut diketahui setelah beredarnya naskah soal tentang khilafah di kalangan masyarakat.

Seperti diketahui, pada naskah soal ujian yang diberikan kepada para siswa tingkat Madrasah Aliyah (MA), terdapat berbagai soal ujian dengan materi tentang khilafah. Dalam naskah ujian yang beredar di masyarakat tersebut, tertulis untuk ujian mata pelajaran Fiqih yang diperuntukkan untuk siswa kelas XII pada jadwal ujian hari Selasa 5 Desember 2017.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Jombang, KH Cholil Dahlan mengatakan bahwa materi ujian tersebut tidak tepat untuk diberikan pada para siswa di waktu sekarang. Itu dikarenakan, lanjut Ketua MUI, yang terjadi hari ini bahwa bahasa khilafah kerap diartikan sebagai politisasi.

“Sebenarnya materi ujian tersebut tidak jadi masalah karena bagian dari keilmuan. Tetapi untuk saat ini kurang tepat ketika soal khilafah itu disampaikan ke siswa, karena saat ini khilafah banyak yang menarik ke ranah politik. Saat ini banyak orang yang mengartikan khilafah adalah bagian dari kelompok-kelompok tertentu yang berkeinginan untuk menggantikan konsep NKRI menjadi negara dengan konsep khilafah,” tutur KH Cholil Dahlan saat ditemui Tim Adakitanews.com, Kamis (07/12).

Selanjutnya, KH Cholil Dahlan menuturkan bahwa pihak pembuat naskah soal ujian harus lebih arif lagi untuk menganalisa dan mencermati materi yang nantinya akan disampaikan kepada para siswa.

Ketua MUI mencontohkan bahwa jika soal berkaitan dengan pelajaran Fiqih, maka pihak pembuat soal harus merujuk pada keilmuan Fiqih itu sendiri. “Seharusnya para pembuat soal ujian harus arif saat membaca kisi-kisi yang dibuat secara nasional itu,” tandasnya.

Saat disinggung terkait materi ujian yang telah terlanjur diujikan pada para siswa, KH Cholil Dahlan mengatakan bahwa hal tersebut kembali ke institusinya untuk diujikan kembali atau tidak. Ketua MUI Kabupaten Jombang juga meminta agar Departemen Agama Kabupaten Jombang melakukan musyawarah dengan pihak penanggung jawab soal tentang studi tersebut.

“Saya meminta agar Departemen Agama harus musyawarah lagi terkait pembuatan soal ujian. Menurut saya, agar permasalahan itu tidak terus terjadi berkali-kali maka pihak dari tim penguji dan pembuat soal harus betul-betul arif dalam membuat soal,” pungkas KH Cholil Dahlan.(ar)

Keterangan gambar: Ketua MUI Kabupaten Jombang, KH Cholil Dahlan saat melihat naskah soal tentang khilafah yang beredar di masyarakat. (bawah) Contoh soal ujian yang bermuatan materi khilafah.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/071217-ar-jombang-khilafah-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/071217-ar-jombang-khilafah-150x150.jpgREDAKSIPendidikanadakitanews,Berita,jombang,khilafah,mui jombang,Ujian
ADAKITANEWS, Jombang - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang menanggapi permasalahan tentang materi khilafah yang terdapat pada naskah ujian yang ditujukan kepada siswa madrasah. Permasalahan tersebut diketahui setelah beredarnya naskah soal tentang khilafah di kalangan masyarakat. Seperti diketahui, pada naskah soal ujian yang diberikan kepada para siswa tingkat Madrasah Aliyah...