Sagu merupakan makanan pokok sebagian masyarakat di Negara Indonesia khususnya wilayah Indonesia bagian timur yaitu, Maluku dan Irian Jaya. Sagu merupakan makanan pokok yang berasal dari butiran batang pohon sagu atau rumbia. Bubuk atau butirannya dihasilkan dengan cara mengekstrasi pati dari umbi atau empulur.

Pohonnya atau dikenal dengan sebutan rumbia banyak ditemukan di daerah Maluku, karena itu tak heran jika masyarakat Maluku lebih memilih sagu daripada beras untuk dijadikan sebagai makanan pokok. Di daerah Maluku, pohonnya yang memiliki nama latin Metroxylon Sago Rttb itu tumbuh di daerah rawa-rawa pada dataran rendah. Di pasaran, makanan pokok ini dijual sebagai tepung curah dan ada juga yang dikemas dengan daun pisang.

Sebenarnya sagu adalah tepung yang terbuat dari pati pohon rumbia. Sagu di jual dalam bentuk tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas. Selain pati sagu, ternyata ampas sagu juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan media tumbuh jamur selain dijadikan kompos atau pestisida nabati. Meski kandungan gizinya tidak tinggi, tetapi sagu memiliki beberapa manfaat untuk tubuh. Lantas apa saja manfaat sagu bagi kesehatan kita? Penasaran, berikut ini kami rangkum untuk Anda beberapa manfaat pati sagu bagi kesehatan yang perlu untuk diketahui.

1. Sumber makanan yang menyehatkan
Mengkonsumsi sagu lebih sehat jika dibandingkan beras. Selain dapat mencukupi kebutuhan karbohidrat, ternyata sagu merupakan salah satu sumber makanan pokok yang menyehatkan. Beras terbukti kurang sehat apabila dimakan terlalu banyak. Mayoritas masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi nasi sering mengalami sakit.

2. Mencegah risiko kanker usus
Mengkonsumsi sagu secara rutin dapat mencegah risiko terkena kanker usus. Hal ini tentunya terkait karena pati sagu mempunyai sifat resisten terhadap enzim dan mikrobia. Potensi pati sagu sebagai pati resisten yang dapat mencegah resiko terkena kanker usus, karena tidak di cerna oleh usus halus melainkan difermentasi oleh bakteri di kolon.

3. Mencegah obesitas
Sagu termasuk bahan pangan dengan indeks glikemik rendah sehingga aman jika dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Karena memiliki indeks glikemik rendah, sagu cepat mengenyangkan dan tahan lama tapi tidak menyebabkan obesitas atau kegemukan. Ini merupakan salah satu menu diet yang menyehatkan.

4. Mencegah sembelit
Mengkonsumsi sagu secara rutin dapat mencegah sembelit atau susah buang air besar. Selain itu, rutin mengkonsumsi makanan pokok di daerah Indonesia bagian timur ini dapat membantu untuk mencegah berbagai gangguan kesehatan di bagian pencernaan.

5. Menjaga kekuatan tulang dan gigi
Sagu mengandung fosfor sebanyak 13 mg. Kekurangan mineral fosfor di dalam tubuh dapat menyebabkan tulang keropos atau yang dikenal dengan osteoporosis. Selain itu, mineral fosfor menjadi salah satu komponen yang penting dalam menyusun struktur tulang dan gigi agar tetap sehat dan kuat.

Telah sejak lama sagu dijadikan makanan pokok oleh sebagian penduduk Indonesia terutama di Maluku dan Irian Jaya. Selain harganya yang terjangkau, sagu dapat mencegah tulang keropos, sembelit, obesitas, dan kanker usus. Sagu tidak cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Ini merupakan salah satu keunikan dari sagu dibanding makanan pokok lainnya yang perlu untuk diketahui.

Serat pangan pada sagu memiliki zat yang bisa berfungsi sebagai prebiotik yang dapat menjaga mikroflora usus, meningkatkan sistem imun tubuh, mengurangi risiko terjadinya kanker paru-paru, dan mempermudah buang air besar. Untuk mengimbangi kandungan gizi dari sagu yang tidak terlalu tinggi, sebaiknya olahan sagu ditambahkan bahan-bahan yang kaya akan protein dan sayur-mayur. Sebagai contohnya bubur sagu, papeda, bubur kacang hijau sagu, dan lain sebagainya. (FIR)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/09/tepung-sagu-1.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/09/tepung-sagu-1-150x150.jpgREDAKSIKuliner
Sagu merupakan makanan pokok sebagian masyarakat di Negara Indonesia khususnya wilayah Indonesia bagian timur yaitu, Maluku dan Irian Jaya. Sagu merupakan makanan pokok yang berasal dari butiran batang pohon sagu atau rumbia. Bubuk atau butirannya dihasilkan dengan cara mengekstrasi pati dari umbi atau empulur. Pohonnya atau dikenal dengan sebutan rumbia...