ADAKITANEWS, Sidoarjo – Tersangka kasus dugaan korupsi bagi-bagi proyek Penunjukan Langsung (PL) senilai Rp 16,8 miliar di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (DP3) Sidoarjo, Lukman Saleh akhirnya ditahan Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Senin (02/10).

Pria yang menjabat Kasubag Perencanaan di DP3 Sidoarjo itu ditahan setelah diperiksa hampir 3,5 jam yakni mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.40 WIB.

Saat digelandang ke mobil tahanan, tersangka Lukman yang didampingi penasehat hukumnya, Bambang Wanuji enggan memberikan jawaban soal kasus yang menjeratnya. Namun dia sempat menjawab saat ditanya wartawan soal kesehatannya dirinya. “Alhamdulillah sehat wal afiat,” ujarnya singkat.

Kasi Pidsus, Adi Harsanto yang didampingi Kasi Intel, Andri Tri Wibowo mengatakan tersangka LS (Lukman Saleh, red) ditahan karena proses perencanaan, pelaksanaan hingga hasil pembagian 63 paket proyek PL itu tidak sesuai prosedur dan melanggar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2013.

“Dari dana Rp 16,8 miliar yang dikucurkan dari APBN Tahun 2015, yang terserap baru sebesar Rp 11 miliar untuk 63 paket PL. Saat ini, sekitar 30an rekanan penerima paket PL itu juga sudah diperiksa tim penyidik Pidsus,” katanya.

Adi menambahkan dalam perkara ini, baru menetapkan seorang tersangka yakni pejabat teknis pengadaan itu. Menurutnya penahanan tersebut dilakukan lantaran khawatir tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. “Selain itu kami khawatir akan mempengaruhi saksi dan mengulangi perbuatannya kembali,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kesalahan dalam proyek PL itu, Adi mengungkapkan yakni ada dugaan kesalahan prosedur pembagian serta berkurangnya volume pekerjaan. “Tambahan tersangka masih memungkinkan. Karena itu yang dikembangkan tim penyidik. Tersangka tambahannya bisa ke rekanan (kontrator pelaksana) maupun ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Tapi semua tergantung 2 alat bukti. Ditunggu saja perkembangan hasil pemeriksaannya,” tegasnya.

Adi mengatakan, tersangka dijerat pasal 2 dan 3 serta pasal 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Sedangkan untuk calon tersangka lain kita masih dalami keterlibatannya dan kami cari barang buktinya,” imbuhnya.

Sementara itu, penasehat hukum tersangka yakni Bambang Wanuji mengaku pihak kliennya taat hukum. Menurutnya, saat ditahan kliennya tetap menghormati upaya penyidik dan mengutamakan asas praduga tidak bersalah. “Klien saya dituding dengan tuduhan Tipikor. Sekarang materi tudingan Tipikor itu masih dirundingkan dengan tim. Soal upaya hukum pra peradilan tim penasehat hukum belum berpikir kesana,” pungkasnya.(pur)

Keterangan gambar : Tersangka kasus dugaan korupsi DP3 Pemkab Sidoarjo, Lukman Saleh akhirnya ditahan tim penyidik Pidsus, Kejari Sidoarjo, Senin (02/10).(foto: mus purmadani)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/021017-pur-sidoarjo-dp3-3-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/021017-pur-sidoarjo-dp3-3-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,kejaksaan negeri sidoarjo,korupsi,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Tersangka kasus dugaan korupsi bagi-bagi proyek Penunjukan Langsung (PL) senilai Rp 16,8 miliar di Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (DP3) Sidoarjo, Lukman Saleh akhirnya ditahan Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Senin (02/10). Pria yang menjabat Kasubag Perencanaan di DP3 Sidoarjo itu ditahan setelah...