Khoirul Anam Duga Ijazah PH dr. Harianti Sutrisno Juga Bodong

927

2015-12-14_18.53.26ADAKITANEWS, Kediri- Khoirul Anam warga Desa Balongjeruk Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri pertanyakan kwalitas penasehat hukum dr. Haryanti Sutrisno. Hal itu terjadi, karena Mohammad Arifin tidak paham dan jeli pada Undang-Undang ke advokatan.

Dalam dupliek tergugat IV yakni dr. Haryanti Sutrisno, Mohammad Arifin selaku penasehat hukum yang dipercaya dinasti “Sutrisno” itu salah menuliskan UU advokat Nomor 18 Tahun 2003, menjadi UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang kehutanan. Perihal itulah yang menjadikan pihak Khoirul Anam selaku penggugat ragu akan kwalitas Arifin sebagai advokat.

“Kami meragukan kwalitas saudara Arifin selaku penasehat tergugat IV, jangan-jangan ijazahnya juga palsu,”ungkap Khoirul Anam, Rabu(16/12) saat dimintai keterangan.

Menurut Khoirul Anam, seharusnya, Mohammad Arifin yang berprofesi sebagai advokat, harus jeli dalam memberikan keterangan secara tertulis kepada pihak penggugat. Hal itu, imbuhnya untuk meminimalisir salah pemahaman terkait dasar-dasar hukum yang sah di negara ini.

“Saudara Arifin itu tidak jeli dalam memberikan dasar-dasar hukum, sehingga timbul penasfiran ganda,”jelasnya.

Sementata Mohammad Arifin saat dikonfirmasi tim adakitanews.com melalui seluler, pihaknya menjawab singkat bahwa kesalahan yang ia lakukan dalam menerapkan UU advokat adalah hal yang lumrah dan wajar.

“Kesalaham dalam menerapkan UU advokat adalah sebuah hal yang wajar dan manusiawi mas,”ungkap Mohammad Arifin.

Menurut Arifin, dirinya tidak akan mengomentari perihal anggapan miring kalau dirinya adalah advokat yang berkwalitas rendah.”Biarkan saja mereka menganggap apa,”jelasnya.(blot)

Keterangan Gambar : KHorul Anam saat mendaftarkan gugatannya di PN Kabupaten Kediri