IMG_20141213_215938IMG_20141213_213427@dakitanews Kota Kediri – Kolong bangunan mega proyek jembatan Brawijaya Kota Kediri yang tak kunjung rampung menjadi tempat tinggal nyaman para gelandangan dan pengemis. Betapa tidak, kolong jembatan yang luas dan teduh cukup nyaman untuk ditinggali.

Mega proyek yang mulai dibangun sejak tahun tahun 2011, hingga tahun 2014 ini belum juga terselesaikan. Kendati dalam pembangunannya, jembatan tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 66 milyar.

Dalam pantauan tim @dakitanews.com, lebih dari dua bulan pembangunan jembatan Brawijaya terhenti. Mandeknya pembangunan ini seolah-olah menjadi tempat yang nyaman untuk para gepeng melakukan aktifitas kesehariannya.

Informasi yang dihimpun oleh tim @dakitanews.com, pada Sabtu (13/12) para gepeng ini sudah hidup hampir satu bulan di bawah Kolong jembatan Brawijaya. “Kurang tahu pasti mulai kapan mereka tinggal disini, tiba-tiba mereka sudah ada disini,” jelasnya Marti,32, salah satu warga sekitar jembatan.

Para tunawisma ini membawa semua perlengkapan kehidupan mereka mulai dari ember, panci dan kompor untuk alat memasak. Bukan hanya itu, mereka juga membawa hewan peliharaan seperti burung.

Sartono,40, warga kecamatan Mojoroto, mengaku kasihan dengan kondisi para tunawisma yang tinggal di kolong jembatan ini. “Kasihan juga, harus tinggal di pinggiran Kali Brantas seperti ini. Apalagi saat musim hujan, nanti kalau air Kali Brantas pasang gimana?,” ungkapnya.(zay)

Keterangan Gambar : Kolong jembatan Brawijaya Kota Kediri yang menjadi ‘istana’ gepeng

RedaksiDaerahGaya Hidupgelandangan,Kolong jembatan Brawijaya
@dakitanews Kota Kediri - Kolong bangunan mega proyek jembatan Brawijaya Kota Kediri yang tak kunjung rampung menjadi tempat tinggal nyaman para gelandangan dan pengemis. Betapa tidak, kolong jembatan yang luas dan teduh cukup nyaman untuk ditinggali. Mega proyek yang mulai dibangun sejak tahun tahun 2011, hingga tahun 2014 ini belum...