ADAKITANEWS, Kota Blitar – Suara knalpot mobil terdengar meraung-raung memecah keheningan Jalan Sudirman, Kota Blitar, Sabtu (30/09) malam. Rombongan mobil sedan lawas terlihat melintas pelan di jalan itu dengan memain-mainkan pedal gas. Sejurus kemudian, arak-arakan mobil sedan lawas itu memarkir kendaraannya berjajar rapi tepat di selatan Markas Polres Blitar Kota.

 

=========

 

Rombongan mobil lawas itu merupakan anggota Lancer Blitar Club, yang tiap malam minggu para penggemar mobil lawas buatan Jepang itu rutin mengadakan kopi darat di Jalan Sudirman.

Mereka berasal dari latar belakang pekerjaan dan usia yang berbeda-beda, tetapi memiliki kegemaran sama, yakni sama-sama suka mengendarai mobil lawas Mitsubishi Lancer SL buatan 1981 sampai 1984. Dari situ, mereka bermufakat membentuk klub mobil Lancer Blitar Club (LBC) yang kini didapuk menjadi duta wisata di Blitar.

Salah satu anggota LBC, Sutiono mengatakan, kegiatan kumpul bersama ini dilakukan tiap malam minggu. “Disini markas kami, tiap malam minggu kami rutin kumpul di tempat ini,” kata pria berusia 37 tahun ini, Sabtu (30/09).

Pemilik nomor lambung LBC 007 itu bercerita, komunitas Mitsubishi Lancer di Blitar mulai berdiri pada 2010. Penggagasnya, Agung Krisna warga Sanankulon Kabupaten Blitar. Awalnya, Agung hanya ingin mengumpulkan pemilik mobil lawas dengan model bodi kotak. Kebetulan Agung memiliki Mitsibusi Lancer SL buatan tahun 1982. Lambat laun, banyak pemilik Lancer seri SL yang bergabung di komunitas tersebut.

“Dari situ akhirnya terbentuk komunitas Lancer Blitar. Kami mulai rutin mengadakan kegiatan. Sekarang anggota kami ada 50-an mobil. Yang rutin kumpul tiap malam minggu sektar 20 mobil sampai 27 mobil,” kata pria yang gabung LBC sejak 2011 itu.

Anggota LBC berasal dari latar belakang pekerjaan yang berbeda-beda, mulai PNS, wiraswasta, bahkan jurnalis. Usia mereka juga bervariasi, paling muda usia 20 tahun dan paling tua usia 50 tahun. Meski dari latar belakang yang berbeda-beda mereka tetap kompak hingga kini. Hal itu terlihat dari sistem organisasi di LBC. Di LBC tidak ada struktur kepengurusan organisasi. Klub itu berdiri memang berlandaskan persaudaraan dan kekompakan. Tiap ada kegiatan, secara kesadaran mereka bergerak sesuai kemampuan anggota masing-masing.

“Tapi kami tetap memiliki uang kas, meski tidak menentukan nominal dari anggota. Uang kas itu terkumpul dari uang patungan anggota tiap kopi darat. Biasannya saat kopi darat kami patungan untuk beli kopi dan makan. Kelebihannya kami masukkan ke kas,” ujar warga Jatimalang, Kota Blitar itu.

Uang kas itu biasanya, lanjut Sutiono, digunakan untuk membantu anggota yang sedang kesusahan atau menyumbang anggota yang sedang punya hajatan. Setiap merayakan ulang tahun, LBC juga selalu membuat kegiatan. Biasanya mereka mengundang komuntas Lancer dari daerah lain. “Kami juga tidak pernah memungut registrasi dari tamu. Semua ditanggung anggota dari uang patungan dan kas,” ujarnya.

Di Blitar sendiri nama LBC semakin terkenal. Komunitas tersebut sering terlibat kegiatan-kegiatan yang diadakan di Blitar. Pada 2016, LBC didapuk menjadi Duta Wisata untuk Kabupaten Blitar. Mereka diminta membantu mengenalkan potensi wisata yang ada di Blitar. Salah satu kegiatannya, para anggota LBC sering mengajak tamu dari luar kota berkunjung ke tempat-tempat wisata di Blitar.

Anggota LCB lainnya yang merupakan warga jalan lawu Kota Blitar, Yosibio Novianto mengatakan, LBC juga pernah diminta mengarak finalis Gus dan Jeng Blitar 2016. Komunitas itu mengantar finalis Gus dan Jeng dari pendapa Bupati Blitar menuju tempat kegiatan di Candi Sawentar. “Saat acara pameran UKM di Kabupaten Blitar, kami juga ikut meramaikannnya,” kata Yosi.

Yosi mulai bergabung dengan LBC 2014. Pemilik Mitsubishi Lancer SL warna biru buatan 1982 itu banyak mendapat pengalaman begitu gabung di LBC. Selain menambah saudara, ia juga tidak khawatir lagi saat mengendarai mobilnya ke luar kota. Kalau terjadi masalah terhadap mobilnya di jalan, ia tidak bingung lagi. Sebab, sekarang ia punya banyak kenalan komunitas Lancer di tiap kota di Jatim.

“Kalau macet di jalan banyak kenalan yang bisa membantu,” katanya.

Ia gemar dengan Mitsubishi Lancer karena perawatannya mudah, meski tergolong mobil tua. Onderdil Mitsubishi Lancer juga gampang didapat. Onderdilnya hampir sama dengan onderdil Mitsubishi L 300. “Mobil ini (Lancer,red) tergolong mobil bandel. Mobil ini sudah memilik lima speed, padahal rata-rata mobil sekelasnya yang tahun pembuatannya masih empat speed,” jelas pemilik lambung LBC 011 itu.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kumpulan mobil LBC di Blitar.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20170924-WA014.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/IMG-20170924-WA014-150x150.jpgREDAKSIGaya Hidupadakitanews,Berita,blitar,komunitas,lancer
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Suara knalpot mobil terdengar meraung-raung memecah keheningan Jalan Sudirman, Kota Blitar, Sabtu (30/09) malam. Rombongan mobil sedan lawas terlihat melintas pelan di jalan itu dengan memain-mainkan pedal gas. Sejurus kemudian, arak-arakan mobil sedan lawas itu memarkir kendaraannya berjajar rapi tepat di selatan Markas Polres Blitar...