2015-07-05_18.13.43

ADAKITANEWS, Jombang – Konflik dualisme kepemimpinan di tubuh Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Jawa Timur, terus bergolak. Pasca aksi sweeping yang dilakukan oleh mahasiswa Undar kubu Rektor Mujib Musta’in, kini giliran Undar di bawah kepemimpinan Rektor Ibrohim melakukan hal serupa, Minggu (05/07).

Namun, aksi itu sedikit berbeda dari sebelumnya, karena dalam aksi sweeping itu tidak dilakukan oleh mahasiswa. Dari sekitar seratusan masa yang terlibat sweeping, sebagian besar malah didominasi oleh karyawan dan stafnya.

Kuasa hukum Undar kubu Ibrohim, Agung Silo Widodo, beralasan, aksi sweeping didasarkan pada azas legalitas yakni adanya Surat Keputusan Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) tertanggal 24 Juni 2015. Isinya tentang pemblokiran, penundaan, dan pengguhan atas Dirjen AHU sebelumnya yang menyebutkan Ketua Dewan Pengurus Yayasan yang baru, Ahmada Faidah.

Dengan demikian, kata Agung, Undar yang sah adalah dibawah kepemimpinan Ketua Yayasan sebelumnya, Anies Choirunnisa dengan rektor Ibrohim.

“Sekarang surat itu yang dipakai itu sudah dibatalkan, sudah ditangguhkan, dengan adanya surat Dirjen AHU yang baru. Keduanya karena dasar dari pengakuan itu mendasarkan SK Dirjen AHU baik kopertis maupun dari pihak kubu pak Mujib Musta’in.” Kata Agung.

Sementara aksi sweeping dilakukan mulai dari ruang sekretariat pendaftaran mahasiswa baru dan sejumlah ruang fakultas yang sebelumnya diambil alih oleh Undar kubu rektor Mujib Musta’in. Dengan paksa, para karyawan mengambil baner yang bertulis Sekretriat BEM Undar yang terpampang di depan pintu masuk ruangan. Lebih dari itu, mereka juga membuka paksa gembok ruang fakultas dan menggunakan kembali ruangan tersebut untuk kegiatan perkuliahan.

Ketua Yayasan lama, Anies Choirunnisa, menjelaskan, setelah terbitnya surat dari Dirjen AHU itu, pihaknya akan tetap melakukan aktivitas di kampus seperti biasa, menerima pendaftaran mahasiswa baru dan kegiatan administrasi perkantoran lainnya.

Sebelumnya aksi sweeping dilakukan oleh ratusan mahasiswa Undar di kampusnya, beberapa minggu lalu. Aksi itu dilakukan terhadap oknum yang juga mengatas namakan Undar untuk melakukan kegiatan perkuliahan dan wisuda di kampus yang sama. Sweeping dilakukan di sejumlah ruang kantor dan fakultas yang sebelumnya dikuasai oleh kubu Rektor Ibrohim.

Mereka mengambil alih dan menggembok ruangan itu. Aksi didasarkan pada terbitnya surat dari Kopertis wilayah VII Jawa Timur, per tanggal 5 Juni lalu. Isinya terkait larangan penerimaan mahasiswa baru, menyelenggarakan pendidikan dan menerbitkan ijazah kepada birokrasi Undar kubu Rektor Ibrohim.(Tari/Jati)

Keterangan Gambar : aksi saling sweeping pengurus yayasan Undang Jombang. Membingungkan mahasiswa

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-05_18.13.43.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-05_18.13.43-150x150.jpgRedaksiPendidikanjombang,konflik,undar
ADAKITANEWS, Jombang - Konflik dualisme kepemimpinan di tubuh Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Jawa Timur, terus bergolak. Pasca aksi sweeping yang dilakukan oleh mahasiswa Undar kubu Rektor Mujib Musta'in, kini giliran Undar di bawah kepemimpinan Rektor Ibrohim melakukan hal serupa, Minggu (05/07). Namun, aksi itu sedikit berbeda dari sebelumnya, karena...