unnamed (3)ADAKITANEWS, Pekanbaru – Hingga hari ke-12 Kongres HMI ke XXIX di Pekanbaru Riau belum juga usai. Sehingga jadwal yang sudah ditentukan dari tanggal 22 Nopember-26 Nopember molor hingga tak jelas kapan akan berakhir.

Momentum Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadikan sarana berdialegtika dalam menentukan masa depan organisasi. Pasalnya, kongres merupakan rapat tertinggi pada organisasi mahasiswa Islam di Indonesia ini. Banyak hal yang dirumuskan selain hanya menyesuaikan AD/ART dengan kondisi zaman. Namun, yang terpenting yakni formulasi perkaderan demi eksistensi organisasi di kancah nasional serta peta politik bangsa. Momentum kongres merupakan waktu penentuan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI 2 tahun ke depan.

Seharusnya hari Jum’at (04/12) merupakan deadline akhir dari Konggres HMI di Pekanbaru guna menyelesaikan kongres tersebut. Target itu hampir saja terpenuhi andai tidak terjadi chaos besar-besaran petang tadi, antara dua kubu rombongan liar (romli) dari Makassar dan Manado. Pasalnya, seluruh komisi yang ada yakni komisi A,B,C dan Komisi khusus sudah diparipurnakan, dan dilanjutkan pleno 4 dengan agenda tata tertib calon kandidat.

Sehingga, seluruh delegasi yang diamankan oleh masing-masing kandidat sudah dipersiapkan untuk menuju arena kongres. Lagi-lagi, kepentinga belum terakomodir dan kericuhanpun terjadi. Akibatnya forum diskorsing dengan waktu yang tidak ditentukan.

Hingga saat ini, terdapat 24 kandidat yang sudah dicalonkan. Inipun akan akan mengurucut menjadi 4-5 kandidat. Prediksi yang mencuat, beberapa kandidat yang kuat yakni Mulyadi P Tamsir Sekretaris Jendral PB HMI demisioner, Bambang Pria Kusuma, Heri Muhlis Ori, Azhar Kahfi, dan M. Chairul Basyar.

Namun, koalisi 5 besar ini belum menemui titik terang meski sudah ada beberapa kandidat mulai merapat. Tarik ulur kepentingan dan pastinya harga diri primordialisme kedaerahan membuat kandidat-kandidat enggan mengalah. Azhar Kahfi dari Jawa Timur ngotot demi terakomodirnya kepentingannya, diantaranya menciptakan tokoh dari Jatim.

“Jatim ngotot karena mereka sudah kehabisan tokoh di kancah nasional. Bayangkan, Yahya Zaini mantan ketum PB era 1992-1994, dan Anas Urbaningrum mantan ketum PB periode 1997-1999 semuanya bermasalah,” ujar Cak Mundir salah satu pengamat politik dari Jawa Timur

Kandidat kuat lainnya M. Chairul Basyar akrab disapa Kak Ilung, alumnus S2 terbaik Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) mengklaim menjadi kandidat terkuat. Bahkan, dengan poros baru yang nampaknya akan dia ciptakan dengan membawa jargon Lokomotif Pergerakan Islam (Logis) mengklaim sudah menemui titik terang koalisinya.

Kandidat lainnya, Bambang Pria Kusuma serta Heri Muhlis Ori dua kandidat yang diklaim dari poros Noer Fajriansyah Ketum PB periode 2011-2013 tinggal menunggu waktu yang tepat. Nampaknya Heri Muhlis Ori tidak mendapat restu dari pimpinan porosnya Noer Fajriansyah. Sehingga, mungkin hanya Bambang Pria Kusuma dari Cabang Bogor yang melaju dengan mulus dengan membawa kepentingan penguatan poros mereka.

Sementara, Mulyadi Sekjen demisioner mendapat klaim merupakan poros ketum demisioner Arief Rosyid. Isu yang beredar, forum chaos pada petang tadi karena Muyadi belum menemukan koalisi yang membawa dia ke kursi Ketum PB HMI periode 2015-2017.

“Ini Sulit, karena semua kandidat memaksakan diri untuk menjadi ketua umum. Padahal hanya membawa 3-5 cabang saja. Nggak logis ini,” ujar Arif Maulana Kabid PA demisioner PB HMI.

Tarik ulur kepentingan begitu kuat, belum lagi harga diri primordialisme yang besar membuat prosesi kongres berlarut-larut. Padahal, Gubernur Pekanbaru sudah mewanti-wanti agar segera terselesaikan dengan alasan keamanan dan semakin dekat dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilangsungkan pada 09 Desember tahun ini.

Semoga proses panjang Kongres HMI ke XXIX segera menemukan Hilalnya.(zay)

Keterangan Gambar : Logo Konggres HMI ke XXIX 2015 di PekanbaruĀ 

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/12/unnamed-3.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/12/unnamed-3-150x150.jpgREDAKSISuara Kitadiri,harga,hmi,Kepentingan,kongres,Pekanbaru
ADAKITANEWS, Pekanbaru - Hingga hari ke-12 Kongres HMI ke XXIX di Pekanbaru Riau belum juga usai. Sehingga jadwal yang sudah ditentukan dari tanggal 22 Nopember-26 Nopember molor hingga tak jelas kapan akan berakhir. Momentum Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadikan sarana berdialegtika dalam menentukan masa depan organisasi. Pasalnya, kongres merupakan...