Suyati-1Manifest-AManifest-BManifest-CManifest-D

ADAKITANEWS, Magetan – Pasangan Karmun,70, dan Suyati,65, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia harus kehilangan 3 anggota keluarganya meninggal bersama jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Selasa 30 Juni 2015 lalu. Rasa sedih masih mewarnai wajah Mbah Suyati, tidak menyangka kehilangan sejumlah anggota keluarganya.

Ketiga anggota keluarga tewas yaitu Supiah (44/menantu), Sanda Berliana Auriantari (14, cucu Suyati) dan Sufiah Mirawati (18, keponakan Supiah). Ada informasi, nama mereka tidak ada dalam manifest pesawat Hercules. Justru, nama almarhum Kusno atau suami Supiah muncul dalam manifest penerbangan Hercules itu.

Kusno anak semata wayang pasangan Karmun-Suyati meninggal 9 tahun lalu akibat sakit, Kusno dulu tercatat sebagai anggota TNI-AU di Lanud Iswajudi, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. “Soal itu masuk manifest atau tidak, saya tidak tahu pasti,” ujar Suyati singkat, Kamis (2/7). Informasi dari kalangan anggota TNI-AU Lanud Iswahjudi mereka tidak ada dalam daftar manifest penerbangan Hercules.

Dari hasil pengamatan dalam manifest penumpang Hercules C-130, ternyata tidak ada nama almarhum Kusno maupun korban tewas yaitu Supiah (44/menantu), Sanda Berliana Auriantari (14, cucu Suyati) dan Sufiah Mirawati (18, keponakan Supiah).

Ia menyatakan Kusno itu anak satu-satunya. Untuk Kusno pangkatnya apa ? Saya lupa sembari menunjukan foto Kusno usai pendidikan Calon Tantama (Catam). Lalu, ia bercerita jelang keberangkatan anggota keluarganya ke Malang hingga menerima kabar tewasnya mereka dari tetangga juga anggota TNI-AU di Lanud Iswahjudi.

“Kamis (25 Juni 2015), Supiah pamit, mau ke Pontianak mengantar Mira (sapaan Sufiah Mirawati) karena orang tuang Mira tinggal di Pontianak. Dia pergi sama anaknya Sanda dan Mira. Katanya mau naik pesawat Hercules dari Malang. Sehari sebelum berangkat, Sanda yang saat ini sudah naik kelas 3 SMP, sempat meminta uang,” jelas Suyati.

Sanda menanyakan soal kapan panen padi, karena dia mau minta uang Rp 2,5 juta untuk les selama kelas 3 SMP nanti. “Katanya biar pintar. Sebetulnya, kakak Sanda yaitu Perdana Pralita Iriantari, juga sempat diajak oleh ibunda Supiah. Tapi, dia menolak, dengan alasan pernah pergi ke Pontianak. Maka jadilah yang ikut hanya Sanda,” ujar Suyati sembari bercucuran air mata.

Sesampai di Jakarta, tambahnya, mereka harus menunggu beberapa hari, karena pesawat Hercules ditumpanginya berangkat hari Senin 29 Juli 2015. “Saat itu, Sanda sempat mengajak ibunya pulang ke Magetan. Namun, karena tidak ada tiket kereta api, mereka kembali lagi ke Lanud Halim. Kami ingin dimakamkan di desa ini, berdampingan dengan makam anak saya (Kusno),” ujar Suyati lagi.

Saat beberapa hari di Jakarta, Supiah menunjukkan kebiasaan dianggap tidak wajar. “Mbak Piah (sebutan Supiah) menelpon setiap nomor orang Sumberejo yang ada di dalam kontak teleponnya. Hal itu tidak dilakukan sebelum-sebelumnya, ketika telepon hanya becanda sambil ketawa-tawa,” ujar Sumini, tetangga Suyati.

Namun, sikap Supiah itu berbeda jauh dengan seminggu sebelum keberangkatannya ke Malang. “Seminggu sebelumnya, wajahnya terlihat sedih, penampilannya acak-acakan. Entah mengapa begitu ? Biasanya dia itu berpenampilan rapi dan ceria. Saya hanya bisa bertanya dalam hati, kok, tidak biasanya berpenampilan rapi,” ujar Sumini. Saat ini, Karmun-Suyati menunggu kedatangan jenazah ketiganya. (UK)

Keterangan foto: Kenangan foto Sanda Berliana Auriantari (14) sang cucu pasangan Karmun-Suyati jadi korban tewas dalam jatuhnya Hercules di Medan.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/Suyati-1.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/Suyati-1-150x150.jpgRedaksiDaerahherkules,korban,magetan,penumpang,Pesawat
ADAKITANEWS, Magetan - Pasangan Karmun,70, dan Suyati,65, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia harus kehilangan 3 anggota keluarganya meninggal bersama jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Selasa 30 Juni 2015 lalu. Rasa sedih masih mewarnai wajah Mbah Suyati, tidak menyangka kehilangan...