laka sby@dakitanews Kediri – Korban kecelakaan Bus Harapan AG 7900 UR, Senin (13/10) pagi yang terjadi di depan Mahmil Medaeng Waru, Sidoarjo, 10 orang merupakan masih memiliki ikatan keluarga  dan berasal dari satu desa yaitu  Desa Bangsongan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Dalam peristiwa kecelakaan maut tersebut ada korban 13 orang luka dan 4 orang diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Samsi, adik ipar Saniyem, korban meninggal, saat ditemui di rumah duka, menuturkan kejadian itu bermula saat sekeluarga menghadiri acara Walimatul Ursi di rumah Jumini, kerabatnya yang berada di Sukomanunggal. Mereka datang ke Surabaya, Sabtu (11/10) bersama 10 orang kerabat dekat. “Sabtu kemarin kita bersama rombongan 10 keluarga dari sini datang ke Surabaya. Dan subuh tadi mau pulang dan ternyata busnya mengalami kecelakaan, ” tutur Samsi, (13/10).

Usai menghadiri hajatan tersebut ke 10 orang yakni Suniyem (korban), Kusni, Sumari ( suami korban), Samsi, Katminah, Bu Puji, Irawati, Guntur, Tata Saputra (9) dan Nuralim (11), berniat pulang. Tak disangka, sopir bus saat mengemudi diduga ugal-ugalan. “Kakak saya terjatuh dan tidak bisa menyelamatkan diri, karena tubuhnya gemuk. Korban tergencet body bus hingga mengalami luka parah pada kepala dan tangannya patah,” kata Samsi.

Kesembilan keluarga yang selamat langsung dibawa pulang oleh Jumini kerabat yang mempunyai hajatan. Sementara itu, suami korban hingga kini masih mengalami shock. Pantuan di lokasi, warga Desa Bangsongan yang datang takziah sedang menunggu kedatangan jenazah Suniyem yang masih berada di RSUD Sidoarjo.(gar).

Keterangan Gambar : Warga saat menunggu kedatangan jenazah Saniyem

RedaksiHukum Kriminal
@dakitanews Kediri – Korban kecelakaan Bus Harapan AG 7900 UR, Senin (13/10) pagi yang terjadi di depan Mahmil Medaeng Waru, Sidoarjo, 10 orang merupakan masih memiliki ikatan keluarga  dan berasal dari satu desa yaitu  Desa Bangsongan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Dalam peristiwa kecelakaan maut tersebut ada korban 13...