Korban Pembangunan Tol di Jombang Demo Tolak Eksekusi Lahan

695

Jombang-20160830-02202ADAKITANEWS, Jombang – Ratusan warga Jombang, Jawa Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri setempat, selasa (30/08). Warga dua Desa, yakni Desa Kendalsari dan Watudakon Kecamatan Kesamben itu menuntut agar pelaksanaan eksekusi lahan tol Kertosono – Mojokerto ditunda lantaran belum ada kesepakatan ganti rugi.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat shock berat setelah mendengar rumahnya akan dieksekusi. Sofi’i salah satu pendemo mengatakan, pemberitahuan proses eksekusi itu tidak diketahui warga. Dia berharap, eksekusi tidak dilakukan sebelum ada kesepakatan harga ganti rugi.

“Karena surat yang dikeluarkan itu dadakan jadi tidak ada persiapan warga untuk pindah dari tempatnya. Terlebih, kondisi masyarakat masih ada barang, ada anak sekolah, ada yang sakit jadi nggak mungkin kalau langsung ada eksekusi,” kata Sofi’i.

Sofi’i menambahkan, ganti rugi yang ditawarkan oleh pemerintah masih dirasa tidak layak. Pasalnya, Pemerintah hanya memberi harga Rp. 200 ribu permeter, dimana harga itu menurutnya sangat jauh dari harga dipasaran. Maka, warta meminta Rp. 1,1 juta per meternya yang dirasa sesuai dengan harga dipasaran saat ini.

“Kalau warga dikasih harga yang segitu ya sangat tidak layak, karena daerah sekitar situ kalau pindah yang lebih jauh mungkin biayanya lebih banyak lagi,” ungkap Sofi’i.

Warga mengancam akan menggelar aksi unjukrasa dengan massa yang lebih besar lagi, apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Sementara, Tol Kertosono – Mojokerto yang melintas di Jombang terbagi menjadi dua seksi. Seksi satu terbentang mulai Kecamatan Bandar Kedungmulyo hingga Tembelang. Ruas sepanjang 14,7 kilometer tersebut sudah resmi dioperasikan sejak 14 oktober 2014,lalu.

Sedangkan seksi dua sepanjang 19,9 kilometer yang terbentang dari Kecamatan Tembelang Jombang hingga Kecamatan Gedek, Mojokerto, hingga saat ini masih dalam proses pengerjaan fisik dan pembebasan lahan.(Tari/Jati)

 

Keterangan Gambar : Ratusan warga korban pembangunan jalan tol Kertosono – Mojokerto di Kecamatan Kesamben, Jombang, membawa keranda mayat sebabagi lambang matinya hati nurani Pemimpin Pemerintahan.