ADAKITANEWS, Tulungagung – Agenda debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Margiono – Eko Prisdianto dan Syarhi Mulyo – Maryoto Birowo, yang bertempat di salah satu hotel di Tulungagung, Jumat (23/03) mulai 20.00 WIB hingga 22.00 WIB malam, dinilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung masih belum memenuhi harapan.

Ketua KPU Tulungagung, Suprihno mengakui bahwa debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung tahap pertama yang bertema Stretegi Pembangunan Ekonomi terkesan “garing”. Hal itu karena masing-masing calon belum mampu menyampaikan gagasan-gagasannya secara matang.

“Kami menilai debat calon ini masih belum sesuai yang kita harapkan. Nuansa debatnya belum muncul atau belum hidup,” kata Ketua KPU Tulungagung, Suprihno.

Selain masing-masing pasangan calon belum saling memberikan umpan kepada lawannya, suasana dialogis tersebut juga belum mampu dibangun oleh Faisal Aminudin, moderator yang merupakan dosen dari Universitas Brawijaya Malang.

Calon Bupati Tulungagung Margiono terkesan enggan mengikuti sesi tanya jawab dalam debat kandidat calon kepala daerah. Bahkan Margiono, juga menolak mengomentari pernyataan lawan saat diberi kesempatan oleh panelis, sementara calon wakilnya, Eko Prisdianto hanya pasif.

Margiono pun menolak saat panelis memberi kesempatan kepadanya untuk bertanya kepada lawannya, pasangan petahana Syahri Mulyo–Maryoto Birowo. “Boleh ndak saya tidak bertanya,” ujar Margiono, yang disambut tertawa pendukung.

“Peran moderator dalam hal ini sangat penting. Ini yang akan menjadi bahan evaluasi kami kedepan,” tambah Suprihno.

Yang menjadi bahan debat dari kedua pasangan hanya seputar visi dan misi yang diusung. Format debat dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya penyampaian visi dan misi oleh paslon yang sebenarnya bisa ditanggapi oleh calon lain. Format lain, paslon menjawab atau menanggapi pertanyaan dari panelis yang berasal dari perguruan tinggi di Tulungagung.

Lanjut Suprihno, esensi dari debat publik adalah untuk mengetahui visi-misi pasangan calon terhadap isu-isu strategis daerah. Selain itu sekaligus kemampuan para kandidat saling menguji dan adu program.

Keengganan Margiono mengajukan pertanyaan maupun mengkritisi visi-misi dan program Cabup petahana, membuat esensi debat publik menjadi tidak dinamis. Justru lawannya, Syahri Mulyo yang sempat mengkritisi visi program Margiono terkait permasalahan pupuk bagi petani.(bac)

Keterangan gambar : Dua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung saat acara debat.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/240318-bac-tulungagung-debat-2-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/240318-bac-tulungagung-debat-2-150x150.jpgREDAKSIPolitikadakitanews,Berita,Debat,pilkada,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Agenda debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Margiono – Eko Prisdianto dan Syarhi Mulyo – Maryoto Birowo, yang bertempat di salah satu hotel di Tulungagung, Jumat (23/03) mulai 20.00 WIB hingga 22.00 WIB malam, dinilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung masih belum memenuhi harapan. Ketua KPU...