ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo sejak Januari 2017 hingga saat ini mencapai 5.000 lebih. Dari jumlah tersebut, ada 4.000 kasus yang sekarang sudah dalam proses.‎

Data tersebut diungkapkan oleh Ketua PA Sidoarjo Moch Jauhari saat melakukan Sidang Keliling PA di Kecamatan Krian, Kamis (12/04). Jauhari juga mengaku pihaknya kewalahan karena jumlah hakim yang menangani kasus tersebut sangat terbatas.

“Maka kita coba melakukan terobosan dengan melakukan Sidang Keliling di kecamatan-kecamatan untuk jemput bola,” ungkap Jauhari.

Menurutnya, penyebab utama perceraian salah satunya adalah karena kurangnya pendidikan pra-nikah, serta faktor ekonomi. “Ada juga karena adanya pengaruh pihak ketiga,” katanya‎.‎

Program jemput bola di kecamatan-kecamatan ini menurut Jauhari, diharapkan bisa membantu mempercepat proses penanganan kasus perceraian.

“Kita tangani juga, perubahan nama di akta nikah dan melayani sidang isbat (pengesahan) perkawinan bagi pasangan yang sudah nikah siri difasilitasi agar mengurus akta nikah,” paparnya.‎

Menanggapi banyaknya kasus tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengaku prihatin. Wabup yang akrab disapa Cak Nur itu juga membenarkan, bahwa pasangan muda saat ini banyak yang minim pengetahun tentang pra- nikah. “Padahal pemahaman masalah pra-nikah sangat penting bagi setiap calon pengantin,” ucapnya.

‎Menurut Cak Nur, Balai Nikah yang ada di KUA (Kantor Urusan Agama) harus lebih serius dalam menyelenggarakan pendidikan pra-nikah. Pasalnya selama ini, pasangan yang akan menikah terkadang tidak memiliki wawasan yang cukup untuk menikah. “Mereka tidak mengerti kewajiban suami, kewajiban istri dan makna serta filosofis tentang anak,” keluhnya.‎

Hal itu pun menurut Cak Nur, juga salah satu Penyebabkan tingginya angka KDRT (kekerasan dalam rumah tangga).

“Memang saya akui, semua itu sebenarnya permasalahan yang cukup kompleks. Karena itu pendidikan pra-nikah harus diperkuat,” ujar Cak Nur.(sid3)

Keterangan gambar : ‎Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin bersama Ketua PA Sidoarjo, Moch Jauhari.(ist)‎

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180412_213406-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180412_213406-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,perceraian,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo sejak Januari 2017 hingga saat ini mencapai 5.000 lebih. Dari jumlah tersebut, ada 4.000 kasus yang sekarang sudah dalam proses.‎ Data tersebut diungkapkan oleh Ketua PA Sidoarjo Moch Jauhari saat melakukan Sidang Keliling PA di Kecamatan Krian, Kamis...