2015-08-04_00.29.112015-08-04_00.30.02

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Berdasarkan pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Kediri berada di urutan kedua terbawah di atas Surabaya dari delapan Kota yang Inflasinya rendah di Jawa Timur pada bulan Juli 2015. Perihal ini disampaikan oleh BPS Kota Kediri di kantornya jalan Penanggungan Mojoroto Kota Kediri,Senin (03/8).

Perkembangan Indeks harga konsumen atau Inflasi yang disampaikan setiap awal bulan oleh BPS, menunjukkan pada bulan Juli 2015 Kota Kediri mengalami Inflasi sebesar 0,53%. Angka inflasi ini merupakan yang terendah setelah Surabaya yang mengalami inflasi sebesar 0,38%. Perhitungan ini menggunakan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menjadi salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) ditingkat konsumen, khususnya didaerah perkotaan.

Lulus Hariyono Kasi Statistik BPS Kota Kediri menjelaskan, BPS Kota Kediri melakukan pemantauan dan pencatatan di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Kediri dengan menggunakan perhitungan tahun dasar, tahun 2012 (2012=100). “Dari perhitungan ini maka terjadi inflasi 0,52 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 119,01 pada bulan Juni tahun ini, naik menjadi 119,63 pada bulan Juli kemarin,” jelasnya.

Inflasi di Kota Kediri dipengharuhi oleh kenaikan maupun penurunan indeks pada beberapa kelompok harga barang-barang dan jasa. Lebih lanjut Lulus mengatakan, penurunan indeks terjadi pada kelompok pengeluaran Sandang sebesar 0,15% dan kelompok pengeluaran Pendidikan, Rekreasi, dan Olah raga sebesar 0,10 %.

Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami kenaikan indeks, diantaranya, bahan makanan sebesar 1,08%, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,07%. Pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan baker sebesar 0,03%, kelompok Kesehatan sebesar 0,35%. Kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga mengalami kenaikan indeks sebesar 1,28%.

“Daging ayam ras, angkutan antar kota, kelapa, tarif kendaraan travel, beras, sepeda motor, cabai rawit, pisang, jeruk dan sewa rumah menjadi komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi. Namun terdapat beberapa komoditas yang memberikan tekanan terbasar, yakni bawang merah, telur ayam ras, kentang, minyak goreng, tomat sayur, nangka muda, gula pasir, besi beton, genteng serta batu bata,” jelas Lulus Hariyono.

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, yang mengalami inflasi terbesar pada bulan Juli yakni Jember dengan inflasi sebesar 0,94%, disusul Sumenep 0,86%, Madiun dengan inflasi 0,83%. Di urutan selanjutnya yakni Probolinggo dengan inflasi sebesar 0,70%, Banyuwangi 0,62%, Malang dengan 0,57%, lalu Kota Kediri dengn inflasi sebersar 0,52%, dan yang terakhir Surabya dengan inflasi sebesar 0,38%.(zay)

Keterangan Gambar : Grafik inflasi dan IHK dari BPS Kota Kediri

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/08/2015-08-04_00.29.11.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/08/2015-08-04_00.29.11-150x150.jpgRedaksiEkbisinflasi,kediri
ADAKITANEWS, Kota Kediri – Berdasarkan pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Kediri berada di urutan kedua terbawah di atas Surabaya dari delapan Kota yang Inflasinya rendah di Jawa Timur pada bulan Juli 2015. Perihal ini disampaikan oleh BPS Kota Kediri di kantornya jalan Penanggungan Mojoroto Kota Kediri,Senin (03/8). Perkembangan Indeks...