Lokasi Penambangan Pasir dan Batu, Marak Pungli

1565

Pungli  truk pasirADAKITANEWS Blitar – Dibalik kesuksesan penambangan galian C di Kali Putih Dusun Sumbersoko Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar dalam mengangkat ekonomi warga, ternyata menyimpan praktek pungli milyaran rupiah. Praktek yang dilakukan warga dan preman setempat ini sangat merugikan Pemkab Blitar.

Hal ini diperkuat adanya pengakuan dari beberapa sopir truk yang mencari pasir atau batu di kawasan tersebut.  Secara terpisah Endro,45, sopir truk dari Nganjuk, dan Hariadi,40, supir truk dari Mojokerto saat menunggu truknya di isi pasir mengaku, sekali masuk atau saat  keluar lokasi tambang, dikenakan retribusi sebesar Rp 25 ribu untuk pasir, dan Rp 30 ribu untuk batu per truknya (Rit) oleh sekelompok warga (bukan petugas Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar. Red).

Di lokasi pos retribusi yang dijaga warga, beberapa petugas dan preman yang mengawasi keluar masuknya truk pengangkut pasir dan batu. Warga yang ada dilokasi saat ditanya wartawan, mereka enggan menjawab, bahkan para preman dan petugas retribusi menghindar dari wartawan dan memilih meninggalkan tempatnya untuk sembunyi di dalam warung yang berada di depan Pos retribusi.

Data yang dihimpun Tim Adakitanews.com di lokasi penambangan pasir dan batu di Dusun Sumbersoko Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar, setiap harinya (24 jam— Red) ada sekitar 1.500 hingga 1.600 truk pencari pasir maupun batu, yang datang dari berbagai daerah.

Jika di ambil rata-rata per hari ada 1500 truk yang mengangkut pasir atau batu, itu berarti Pemkab Blitar kehilangan PAD tiap harinya sebesar Rp 25.000 x 1500 = Rp 37.500.000 atau dalam satu bulan sebesar Rp. 1.123.000.000, dan dalam satu tahun bisa mencapai Rp. 13.476.000.000.

Angka Ini adalah jumlah yang sangat fantastis, dan artinya PAD Pemkab Blitar tiap tahunnya kehilangan atau kecolongan sebesar Rp 13,476 miliar.Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Blitar belum bisa dikonfirmasi.

Sebagaimana diberitakan adakitanews.com sebelumnya , penambangan batu dan kali (dulu disebut galian C) bisa mengangkat perekonomian 400 warga secara langsung dan 50 kepala keluarga tak langsung. Ratusan orang menjual tenaganya dengan menambang langsung secara tradisional. Beberapa warga lainnya berjualan makanan dan melayani para penambang.

Tercatat sebanyak 400 Kepala Keluarga (KK ), warga sekitar tambang mengais rejeki dari hasil penambangan secara manual, dan sekitar 50 KK mengais rejeki dari hasil jualan makanan dan minuman di areal tambang. Namun disisi lain, diduga kuat penambangan pasir di wilayah Kali Putih Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar ini, dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi yang berdampak merugikan Pemerintah Kabupaten Blitar, khususnya terkait dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).(wiro/jati)

Keterangan Gambar :  Pungutan kepada pengemudi truk pengangkut pasir dan batu di pos retribusi