IMG_20141025_211514IMG_20141025_220812@dakitanews Kediri – Komunitas Sastra Pare memperingati Bulan Bahasa dengan menggelar lomba cipta puisi. Lomba itu bertujuan untuk menanamkan kecintaan para pelajar terhadap kesusasteraan Indonesia yang cenderung mulai tidak diminati.

“Kita selenggarakan kegiatan lomba cipta puisi dalam peringatan Bulan Bahasa saat ini untuk menggugah kembali minat para pelajar untuk mengenal kesusastraan bangsanya sendiri. Karena kita tahu, kesusasteraan bangsa ini sudah tidak diminati lagi oleh para generasinya, di sekolahpun pelajaran tentang kesusasteraan juga sudah minim diajarkan,” ungkap Dedi Ashari, Ketua Panitia kegiatan ini.

Peringatan Bulan Bahasa oleh Komunitas Sastra Pare pada Sabtu, (25/10), diikuti oleh para pelajar tingkat SMA dan sederajat. Peserta yang mendaftar dan telah mengirimkan karya puisinya lebih dari seratus peserta. Kegiatan dimulai pukul 08.00 Wib yang juga diisi dengan pelatihan pembuatan puisi oleh pemateri seniman sastra lokal yaitu Agus Herys dan Kuswinarto.

Peserta yang berasal dari wilayah Kediri dan mayoritas siswa-siswi SMA terlihat antusias meski acara ini dilaksanakan pada hari libur. Antusias peserta juga terlihat pada waktu penyampaian materi. Metode penyampaian materi dengan menggunakan model tanya jawab berhasil membuat suasana menjadi hidup dan tidak membosankan. Terlebih, para peserta juga dihibur dengan penampilan teater Mentari.

Lomba itu memperebutkan tropi, piagam dan uang pembinaan. Panitia mengambil 10 besar dari puisi yang dilombakan untuk mendapat penghargaan itu.

Tri Okta Argarini, siswi SMA 2 Pare dengan Puisinya yang berjudul “Gadis Manis Rindu akan Pulang”, berhasil merebut perhatian panitia dan menobatkannya sebagai juara lomba. Panitia sempat bingung untuk memutuskan pemenangnya, namun dengan alasan pemilihan diksi dan majas yang sempurna dari karya Tri Okta Argarini akhirnya panitia memutuskannya menjadi juaranya.

Kuswinarto, selaku panitia sekaligus pembicara pada kegiatan ini menyatakan bingung menentukan pemenang lomba. “Kami panitia sempat bingung untuk memilih juara, tapi kami melihat memang ada perbedaan dari puisi karya yang tadi jadi pemenang dan karya yang lain, yaitu masalah pemilihan diksi dan majas yang digunakan”, Tutur Kuswinarto saat dimintai komentar.

Okta sapaan dari Tri Okta Argarini, selaku juara saat diwawancarai menyatakan, bahwa dia tidak menyangka akan menjadi juara. Dia mengatakan karyanya merupakan curahan hatinya. Hobinya menulis dan membaca membuatnya memiliki perbendaharaan kata yang luas.

“Tidak menyangka mas, saya hanya ikut-ikutan kok bisa jadi juara. Sebenarnya puisi itu adalah curahan hati, kemudian dapat informasi ada lomba puisi, saya kirim puisinya”, jawab Okta saat ditanyai perihal pencapaian prestasinya.

Okta juga senang dengan adanya kegiatan ini berarti masih ada yang peduli dengan karya-karya sastra yang mulai redup. (bimo).

Berikut nama-nama 10 besar dan juga juara yang diumumkan oleh panitia :

1. Tri Okta Argarini
2. Jefri Andrias
3. Cornelia Indria
4. Erina
5. Wahyu Larasati
6. Fandi Dian Arifin
7. Siska Kurnia Hapsari
8. Dini Rohmah
9. Rahma M.
10. Mia Almalia

REDAKSIPendidikanbulan bahasa,Lomba kesusastraan
@dakitanews Kediri - Komunitas Sastra Pare memperingati Bulan Bahasa dengan menggelar lomba cipta puisi. Lomba itu bertujuan untuk menanamkan kecintaan para pelajar terhadap kesusasteraan Indonesia yang cenderung mulai tidak diminati. 'Kita selenggarakan kegiatan lomba cipta puisi dalam peringatan Bulan Bahasa saat ini untuk menggugah kembali minat para pelajar untuk mengenal...