Manfaatkan Limbah Bambu Untuk Kreasi Kaligrafi

1070

ADAKITANEWS, Tulungagung – Dari tangan seorang kreatif, Ahmad Munirulhuda, 29, warga Desa Mergayu Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung, limbah bambu mampu dikreasikan menjadi hiasan yang artistik dan bernilai jual tinggi. Ia membuat kreasi dari limbah bambu untuk dibuat menjadi sebuah kaligrafi yang bahan dasarnya didapatkan dari sisa pembuatan mebel bambu.

Ide cemerlang membuat kaligrafi ini bermula ketika Ahmad Munirulhuda membereskan potongan-potongan bambu yang berserakan di pekarangan rumahnya. Saat itu, tanpa sengaja Ahmad menjumpai pecahan bambu membentuk lafaz Allah. Lalu dia mencoba menyusun sambil melakukan percobaan.

“Terus terang saya tidak memiliki keahlian pembuatan kaligrafi, semua terjadi secara kebetulan saja. Hingga akhirnya saya penasaran untuk mencoba dengan memanfaatkan bekas potongan bambu,” kata Ahmad Munirulhuda.

Prosesnya pembuatan karya kreatif itu sendiri, kata Ahmad Munirulhuda, sangat sederhana. Bahkan untuk kerajinan kaligrafi yang berbentuk tiga dimensi ini, dia lakukan sendiri dengan peralatan yang sederhana pula, seperti gergaji, kertas gosok lem dan vernis.

Di teras depan rumahnya, Ahmad mengerjakan pesanan kaligrafi berbahan bambu. Potongan-potongan bambu yang didapat dari limbah sisa pembuatan mebel bambu di desanya, dia potong miring setebal satu sentimeter. Potongan yang menyerupai telur inilah yang menjadi salah satu keunikan saat dirangkai menjadi lafaz atau huruf Arab yang artistik.

”Saya pilih bambu jenis wulung ini karena daging bambu memiliki pori-pori yang kecil. Sehingga saat finishing dicat atau divernis tidak nampak berongga yang dapat mempengaruhi kerapian hasil akhir kaligrafi bambu tiga dimensi. Selain itu, warna kulitnya juga bagus, cenderung kehitam-hitaman,” tandasnya, memberi alasan.

Usai mendapatkan potongan bambu berbentuk bulat telur, selanjutnya bambu dihaluskan dengan kertas gosok, kemudian dicat ataupun divernis pada bagian permukaan bekas potongan. Setelah cat kering baru ditempelkan pada papan dari kayu jati untuk merangkai huruf Arab sesuai pesanan.

Proses merangkai huruf Arab ini dibutuhkan ketelatenan dan ketelitian dalam memilih bulatan potongan bambu agar didapat rangkaian huruf yang tepat dan serasi.

Bagi Ahmad Munirulhuda yang menekuni kerajinan ini sejak empat tahun lalu, awal ketika proses membuat kaligrafi bambu tiga dimensi ini menemui kesulitan. Terutama untuk merangkai potongan bambu bulat telur menjadi rangkaian huruf yang mudah dibaca.

Namun seiring banyaknya pesanan, kesulitan-kesulitan tersebut dapat teratasi. Untuk satu pesanan kaligrafi, Ahmad memerlukan waktu selama empat hingga lima hari untuk mengerjakannya. Ahmad mengaku banyak mendapat pesanan lewat online maupun medsos dari berbagai kota di Jawa, seperti Ponorogo, Surabaya, dan beberapa daerah lain. Dalam sebulan dia rata-rata menerima pesanan sebanyak lima pesanan. Pelanggan kebanyakan meminta modelnya bertuliskan ayat-ayat Alquran yang berlapis kayu dan hardplex.

“Harga karyanya tergantung tingkat kerumitan membuat polanya. Untuk kaligrafi seukuran figura foto 10 R, Ahmad mematok harga Rp 250 ribu. Sedangkan, kaligrafi berukuran persegi panjang 50 cm x 75 cm dihargai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta ,” jelas Ahmad.(ta1)

Keterangan gambar : Ahmad Munirulhuda dan karya kaligrafinya.(foto : acta cahyono)