PAWAI-5-300x169

ADAKITANEWS, Nganjuk – Sulton ,55, salah satu mantan staf UPTD Pendidikan TK, SD, PLB Kecamatan Sukomoro mengakui adanya pungutan liar (Pungli) terhadap gaji PNS guna membiayai hari jadi Kabupaten Nganjuk 2015 ke 1078 dua bulan lalu. Bahkan, dia menduga, sebagian besar dananya tidak disetor ke kecamatan setempat, melainkan dinikmati oleh Kepala UPTD Pendidikan TK, SD dan PLB Kecamatan Sukomoro.

“Sedikitnya ada197 PNS dan 20 CPNS yang gajinya dipungli. Baik pegawai struktural maupun fungsional dipotong berdasarkan golongan masing-masing,” jelas Sulton ketika ditemui tim adakitanews.com, Minggu (28/6)

Sulton mengaku, saat dirinya menjabat bendahara ditugasi menerima setoran dari seluruh PNS di instansi, tempat ia bekerja. Namun, seluruh dana tidak dikelola langsung, melainkan dibantu oleh seorang rekannya, yang sama-sama ditugasi memegang uang hasil pungutan. Dari Pungli tersebut, Sulton menuturkan terdapat dana yang terkumpul, sekitar Rp 7 juta lebih, lantas disetor ke bendahara kecamatan sebesar Rp 3 juta. “Karena semua uang yang megang bukan saya, jadi yang nyetor ke kecamatan juga bukan saya,” ujarnya

Selain uang yang terkumpul berdasarkan surat edaran dari kecamatan, Sulton menyebut, kepala UPTD melakukan markup anggaran dari ketentuan sebesar Rp 5 ribu untuk tiap pegawai. Hanya, sisa dana yang disetor ke kecamatan, senilai sekitar Rp 4 juta ditambah potongan Rp 5 ribu dikali sejumlah pegawai tidak dikelola secara transparan. Padahal, saat hari jadi, di lingkup UPTD Pendidikan tidak ada kegiatan sama sekali. “Uang sisanya kemana, saya tidak tahu padahal saat itu tidak ada kegiatan di tingkat UPTD pendidikan Kecamatan Sukomoro,” tegasnya.

Lebih lanjut Sulton menjelaskan, pungli tersebut berdasarkan golongan, yakni untuk golongan IV dipotong sebesar Rp 75 ribu sebanyak 117 orang, golongan III, Rp 50 ribu sebanyak 36 orang, golongan II , Rp 30 ribu sebanyak 41 orang, serta 20 CPNS sesuai kesepakatan. “Kalau yang CPNS membayar langsung, nilainya tidak sama dengan PNS,” terang Sulton

Mendapat tudingan miring, Khoirul Anam Kepala UPTD Pendidikan TK, SD, PLB Kecamatan Sukomoro tidak menampik jika dirinya hanya menyetor sebagian dana yang dipungut dari PNS ke bendahara kecamatan. Hanya saja, Khoirul Anam membantah telah menggunakan sisa dana hasil pungutan pegawai untuk keperluan pribadi.

Menurutnya, sisa dana seluruhnya habis untuk kegiatan, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, di antaranya untuk biaya kontingen tari massal asal UPTD Sukomoro. “Selain di kabupaten, di kecamatan juga mengadakan kegiatan sendiri. Jadi dananya tidak seluruhnya disetor ke bendahara kecamatan,” jelas Koirul Anam dihubungi lewat telepon selulernya. (Jati/Zay)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/PAWAI-5-300x169.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/PAWAI-5-300x169-150x150.jpgRedaksiDaerahhut,nganjuk,pungli
ADAKITANEWS, Nganjuk - Sulton ,55, salah satu mantan staf UPTD Pendidikan TK, SD, PLB Kecamatan Sukomoro mengakui adanya pungutan liar (Pungli) terhadap gaji PNS guna membiayai hari jadi Kabupaten Nganjuk 2015 ke 1078 dua bulan lalu. Bahkan, dia menduga, sebagian besar dananya tidak disetor ke kecamatan setempat, melainkan dinikmati...