Melawan Saat Ditangkap, Otak Pencurian Sepeda Motor Ditembak

533

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Otak pencurian kendaraan roda dua yang telah beraksi di beberapa lokasi, terpaksa harus dilumpuhkan polisi karena melawan dan berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Pelaku adalah Darul Iman alias Bogel, 30, warga Jalan Dr wahidin nomor 75 C Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Heru Agung Nugroho mengatakan, Bogel diketahui melakukan aksinya bersama dua rekannya, Arnawan alias Reco, 42, warga Garum Kabupaten Blitar dan Heri Susanto, 32, warga Kuto Anyar Kecamatan/Kabupaten Tulungagung yang ditangkap Satreskrim Polres Blitar Kota setelah melakukan aksi pencurian sepeda motor di Jalan Ir Soekarno Kota Blitar.

“Saat dilakukan penangkapan, Bogel yang tidak lain adalah otak pencurian sempat melawan dan berusaha melarikan diri sehingga terpaksa dilumpuhkan,” jelas Kapolres saat pers rilis di Mapolres Blitar Kota, Rabu (27/09).

AKBP Heru Agung Nugroho menjelaskan, polisi awalnya mendapatkan laporan pencurian sepeda motor oleh korban Edi Suwoko, 36, warga Desa Karangrejo Kecamatan Garum Kabupaten Blitar di Jalan Ir Soekarno Kota Blitar. Pasca kejadian itu polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tiga orang pelaku.

Setelah dilakukan pemeriksaan, berdasarkan pengakuan ternyata ketiga pelaku, mereka bukan hanya sekali melakukan aksi pencurian. Melainkan sudah tujuh kali di tujuh tempat berbeda, yang semuanya berada di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

Modus operandi yang digunakan pelaku, jelas Kapolres, awalnya pelaku Reco berputar-putar mencari sasaran. Setelah ditemukan, ia kemudian mengantar Bogel sebagai eksekutor. Dengan menggunakan kunci T, Bogel langsung membawa kabur motor yang sudah menjadi incaran. Hingga akhirnya motor hasil curian itu dijual kepada Heri.

“Berdasarkan pengakuan ketiganya sudah melakukan aksi pencurian sebanyak tujuh kali,” jelasnya.

Sementara saat melakukan aksinya, Bogel mengaku bisa membuka kunci kendaraan dengan kunci T tak kurang dari lima hingga sepuluh detik. Ia mengaku motor hasil curiannya itu dijual dengan harga Rp 400 ribu hingga Rp 1 juta per unit kepada Heri.

“Uangnya saya gunakan untuk hidup sehari-hari dan beli obat buat ibu saya,” kata Bogel.

Atas kejadian ini, dua pelaku Bogel dan Reco dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas tujuh tahun penjara. Sementara Heri yang merupakan penadah diancam pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.(fat/wir)

Keterangan gambar: AKBP Heru Agung Nugroho, Kapolres Blitar Kota saat menunjukkan barang bukti.(foto : fathan)