ADAKITANEWS, Tulungagung – Keberadaan pesantren diketahui memiliki potensi besar. Bukan hanya sebatas tempat mengajarkan ilmu keagamaan saja, melainkan bisa didorong ke arah pemberdayaan ekonomi.

Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi mengakui, potensi besar pesantren jika digerakkan akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Seperti halnya menciptakan jiwa kewirausahaan atau entrepreneur.

“Saya berharap santri-santri terus bangkit dalam dunia usaha dan mampu melahirkan miliuner dari kalangan santri. Ini contohnya, melalui Ajang Santri Preneur Expo 2017 yang dilaksanakan di Tulungagung ini,” kata Menpora ketika membuka Santri Preneur Expo 2017 di Halaman GOR Lembupeteng, Tulungagung, Kamis (07/12) sore.

Dalam Santri Preneur Expo 2017 ini, ada sekitar 80 stan yang didominasi produk-produk dari kalangan pondok pesantren, maupun santri-santri secara mandiri. Diantara produk yang dipajang di stan tersebut mulai hasil olahan pangan, kerajinan bahkan pakaian dan aksesorisnya ditampilkan.

Lanjut Imam Nahrawi, kemandirian dalam ekonomi lewat wirausaha ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Para Kiai pun ketika di pesantren selalu diajarkan untuk berwirausaha, selain ilmu agama.

“Di Santri Preneur Expo 2017 ini ada banyak karya nyata dari santri, mulai dari produk makanan, kerajinan hingga fashion. Ini luar biasa, karena itu pemerintah harus memfasilitasi,” katanya.

Kalangan santri, menurut Nahrawi, jika didorong, dilatih sedikit saja maka akan banyak produk yang dihasilkan. Tentu saja juga perlu dilatih bagaimana pengemasan dan pemasaran serta kualitasnya, karena kedepan tantangan dan persaingan semakin berat.

“Dukungan dari pemerintah, selain memfasilitasi ajang pameran, juga berupa pelatihan. Untuk kedepan, kita rencanakan dengan fasilitas permodalan. Tentu saja ini perlu peran serta kementerian lain,” ujar Imam Nahrawi.

Sementara Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, menyambut positif atas gelaran Santri Preneur Expo 2017 ini. Diharapkan even ini menjadi ajang silaturahmi dan sebagai ajang tukar informasi dan media promosi komoditi bagi para intrepreneur santri, pemerintah dan masyarakat guna menjalin kerjasama antar elemen yang lebih dinamis dan efisien.

“Santri Preneur Expo ini menjadi ajang pembuka saluran distribusi dan saluran pangsa pasar baru untuk memasarkan komoditi yang dimilikinya sehingga membangkitkan jiwa entrepreneurship di bidang pemasaran secara islami,” pungkas Syahri Mulyo.(ta1)

Keterangan gambar : Menpora bersama Bupati Tulungagung dan Forkopimda membunyikan lesung tanda pembukaan Santri Preneur Expo 2017 serta saat peninjauan stan.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/071217-ta1-tulungagung-santri-2-1024x573.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/071217-ta1-tulungagung-santri-2-150x150.jpgREDAKSIEkbisadakitanews,Berita,menpora,santri preneur expo 2017,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Keberadaan pesantren diketahui memiliki potensi besar. Bukan hanya sebatas tempat mengajarkan ilmu keagamaan saja, melainkan bisa didorong ke arah pemberdayaan ekonomi. Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi mengakui, potensi besar pesantren jika digerakkan akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Seperti halnya menciptakan jiwa kewirausahaan atau entrepreneur. “Saya berharap...