kafe@dakitanews Nganjuk – Keberadaan kafe-kafe di Kabupaten Nganjuk sudah sangat memprihatinkan. Sebab, keberadaannya bukan lagi sebagai tempat nongkrong minum kopi dan menyantap kudapan saja, melainkan sudah berubah menjadi ajang mesum. Ironisnya, yang melakukan mesum di kafe-kafe tersebut adalah kalangan pelajar SMP dan SMA.

”Sudah banyak pihak yang mengetahui bahwa kafe-kafe itu menjadi ajang mesum. Ini karena diketahui di tempat itu banyak ditemukan kondom. Lalu, buat apa kondom itu jika tak dibuat perbuatan mesum,” kata Moh Iksan, salah seorang Tokoh Masyarakat di kawasan Jl Merdeka, Nganjuk, Kamis (16/10).

Yang membuat prihatin kalangan orangtua, imbuh Iksan, para pengusaha kafe tersebut menjadikan pelajar SMP dan SMA sebagai konsumen utama. Hal ini yang membuat prihatin kalangan orangtua di Nganjuk. ”Itu sama halnya mengajari para pelajar kita berbuat tidak baik,” ujar Iksan yang dibenarkan kalangan orangtua.

Dari ke hari keberadaan kafe di Kabupaten Nganjuk memang kian menjamur. Dicontohkannya, di Jl Merdeka,  Jalan Panglima Sudirman, di Kertosono belakang pom bensin yang semuanya untuk ajang mesum. Oleh karena itu, kata Iksan, mestinya Pemkab Nganjuk harus melakukan upaya penertiban atau bahkan menutup kafe-kafe tersebut karena banyak mudhoratnya daripada manfaatnya.

”Tapi mengapa Pemkab Nganjuk seolah membiarkan kafe-kafe itu terus menjamur. Padahal keberadaannya tidak lebih hanya untuk ajang mesum. Dan yang lebih banyak datang di kafe itu adalah kalangan pelajar,” ujar Andik warga di jalan Merdeka.

Menanggapi keluhan ini, Pemkab Nganjuk dalam waktu dekat akan melakukan penertiban. Setidaknya keberadaan kafe-kafe tersebut akan dikenakan pajak. Hariono  Kepala Satpol PP Nganjuk menyatakan, pengusaha kafe besar dan kecil harus memenuhi kewajiban membayar pajak. Juga, memenuhi perizinan seperti IMB, HO, izin restoran, dan rumah makan.

”Kalau ada yang tak menyelesaikan kewajiban (pajak dan perizinan) saya akan tutup,” tegas Hariono. Apalagi, imbuh Hariono, bila kafe tersebut ditengarai disalahgunakan peruntukannya.

Pemkab Nganjuk, ungkap Hariono, mengatakan akan melakukan penutupan delapan lokalisasi yang menyebar di lima kecamatan. Karenanya, Kastpol PP berjanji jika kafe-kafe benar-benar digunakan praktik asusila terselubung akan langsung ditutup. ”Memang sudah ada protes dari LSM, dan masukan dari MUI. Sebagai Kasatpol PP saya harus tegas jika ada kafe yang melanggar pasti langsung saya tutup,” tegasnya. (Jati)

Keterangan Gambar : Kafe di Nganjuk banyak digunakan sebagai ajang mesum

RedaksiDaerahcafe mesum
@dakitanews Nganjuk - Keberadaan kafe-kafe di Kabupaten Nganjuk sudah sangat memprihatinkan. Sebab, keberadaannya bukan lagi sebagai tempat nongkrong minum kopi dan menyantap kudapan saja, melainkan sudah berubah menjadi ajang mesum. Ironisnya, yang melakukan mesum di kafe-kafe tersebut adalah kalangan pelajar SMP dan SMA. ''Sudah banyak pihak yang mengetahui bahwa kafe-kafe...