@dakitanews Jombang – Muari,48, warga Dusun/Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang ditemukan tewas di ladang tebu, Rabu (1/10). Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, polisi menduga meninggalnya korban akibat penyakit jantung yang diderita kambuhnya kambuh.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan. Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuhnya. Kematian korban diduga akibat sakit jantung yang dideritanya kambuh saat bekerja di ladang tebu,” kata Kepala Subbagian Humas Polres Jombang, AKP Lely Bahtiar.

Lely menjelaskan, jasad korban ditemukan warga sekitar pukul 06.30 WIB. Awalnya, beberapa warga bersama korban tengah melakukan aktifitasnya bekerja di ladang tebu. Semula, pekerjaan yang dilakukan berjalan lancar-lancar saja. Korban pun nampak sehat-sehat saja ketika bekerja. Namun tanpa disangka, saat ditengah-tengah aktifitasnya, korban tiba-tiba saja ambruk.

Sadar hal tersebut, rekan-rekannya segera mendatangi korban. Mereka kemudian memeriksa kondisi Muari. Saat itulah, diketahui jantung Muari tak berdetak lagi. Warga Desa Nglele ini sudah menghembuskan nafas terakhir. Selanjutnya, rekan-rekan korban melaporkan kejadian itu ke perangkat dan diteruskan ke polisi.

“Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Kematian korban murni musibah, dan diduga akibat sakit jantung yang dideritanya kambuh saat lakukan aktifitas di ladang tebu,” pungkas Lely.(Hanif/Jati)

Keterangan Gambar : ilustrasi kabakaran tebu

RedaksiDaerahbakaran
@dakitanews Jombang - Muari,48, warga Dusun/Desa Nglele, Kecamatan Sumobito, Jombang ditemukan tewas di ladang tebu, Rabu (1/10). Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, polisi menduga meninggalnya korban akibat penyakit jantung yang diderita kambuhnya kambuh. 'Kami sudah melakukan pemeriksaan. Tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuhnya. Kematian korban diduga akibat...