141014_JOMBANG_PERESMIAN TOL TRANS JAWA_.mp4_000040080-1141014_JOMBANG_PERESMIAN TOL TRANS JAWA_.mp4_000025040-1141014_JOMBANG_PERESMIAN TOL TRANS JAWA_.mp4_000092760@dakitanews Jombang – Meski mengalami kemoloran selama dua tahun dari jadwal, ruas jalan tol Mojokerto – Kertosono akhirnya resmi beroperasi. Mega Proyek tersebut mengalami kemoloran akibat terkendala pembebasan tanah.

Warga menilai, harga ganti rugi tanah mereka oleh pemerintah terlalu kecil di bawah standar, sehingga sebagian warga bersih keras menolak ganti rugi tersebut. Dampaknya, penyelesaian mega proyek tersebut molor dari jadwal yang telah ditentukan. Harusnya, mega proyek tersebut selesai pada tahun 2012 lalu, namun akibat kendala itu, baru tahun 2014 ini proyek tersebut dapat diresmikan.

Peresmian ruas jalan tol Mojokerto-Kertosono dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto. Peresmian dilakukan di gerbang tol Tembelang, Kabupaten Jombang. Selasa, (14/10).

”Kami memberi penjelasan yang baik kepada masyarakat, pembebasan tanah itu bukan untuk pemerintah, bukan untuk pengusaha jalan tol, tapi sebenarnya untuk kita semua. Karena uang yang diberikan ke masyarakat itu harganya juga cukup baik. Jadi kita membebaskan tanah tidak merugikan siapa-siapa, tapi memberikan keuntungan buat masyarakat banyak,” ujar Joko Kirmanto saat dikonfirmasi usai peresmian.

Jalan tol ini nantinya menjadi salah satu jalan Trans Jawa, yang tujuan pembangunannya selain untuk mengurai kemacetan di jalur utama penghubung Jawa Tengan dan Jawa Timur, juga untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pembangunan jalan tol ini mengahabiskan anggaran sebesar Rp. 4 triliun dari dana APBN. Jalan tol ini rencananya terdiri dari 4 seksi dengan panjang mencapai 40,3 kilo meter. Namun hingga saat ini, masih hanya satu seksi saja yang sudah berhasil diselesaikan, yakni seksi satu ruas Kertosono – Mojokerto.

“Kami berharap seksi ke dua dan ke tiga akan segera dapat terselesaikan. Untuk itu, kami berharap pemerintah daerah membebaskan seluruh daerah yang akan digunakan untuk proyek tol tersebut,” lanjut Joko Kirmanto.

Rencananya, pihak investor akan membuka secara gratis jalan tol tersebut untuk umum mulai tanggal 14 Oktober hari ini, hingga 20 Oktober mendatang. Setelah itu, pihak investor akan mengenakan tarif untuk para pengendara yang melintas sebesar Rp. 10.500, untuk golongan satu hingga Rp. 30.500 untuk golongan lima. (hanif/jati)

Keterangan Gambar : Peresmian jalan tol Kertosono – Mojokerto oleh menteri Pekerjaan Umum

RedaksiDaerahjalan tol
@dakitanews Jombang – Meski mengalami kemoloran selama dua tahun dari jadwal, ruas jalan tol Mojokerto – Kertosono akhirnya resmi beroperasi. Mega Proyek tersebut mengalami kemoloran akibat terkendala pembebasan tanah. Warga menilai, harga ganti rugi tanah mereka oleh pemerintah terlalu kecil di bawah standar, sehingga sebagian warga bersih keras menolak ganti...