969920697435069669558733951-selebaran@dakita Nganjuk – Beredarnya  selebaran gelap yang tidak jelas asal usul serta pengirimnya dan sempat beredar di beberapa SKPD Pemkab Nganjuk membuat resah para jurnalis yang meliput di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Sejumlah jurnalis yang bertugas meliput berita di wilayah Nganjuk menjadi gusar. Pasalnya, Kamis 18/9  beredar selebaran gelap yang bertuliskan daftar nama wartawan dan nama medianya. Dalam daftar itu, ada sebanyak 22 wartawan dikatakan asli dan 21 wartawan dikatakan bodrek (bondo merek).

Hal yang membuat geram beberapa awak media karena dalam selebaran itu diberi keterangan tentang status sah atau asli tidaknya sebagai wartawan dan medianya. Tak ayal lagi gara-gara selebaran itu, sempat terjadi saling intervensi antar wartawan maupun medianya, baik media harian maupun mingguan. Sebab, masing-masing bersikukuh kalau medianya adalah yang sah dan resmi serta berbadan hukum.

Menyingkapi hal itu, Panji Lanang Satriadin wartawan dari surat kabar harian yang bertugas di Nganjuk  mengatakan bahwa munculnya selebaran gelap yang menyangkut nama wartawan dan perusahaan pers diduga sebuah provokasi gelap dan adu domba. Sebab yang berhak mengeluarkan hal yang berkaitan dengan pers adalah dewan pers dan organisasi kewartawanan yang  terdaftar di dewan pers.

“Undang – Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers adalah landasan dan payung hukum yang senantiasa menjadi pedoman bagi insan pers, namun perlu diingat bahwa dewan pers telah mengeluarkan surat edaran tentang layak dan tidaknya sebuah media, dan ini harus dipatuhi bagi perusahaan pers,” ujar Panji.

Sedangkan Sukadi salah satu anggota PWI Kediri berpendapat bahwa seharusnya setiap wartawan harus melalui uji kompetensi yang diselenggarakan oleh organisasi kewartawanan nasional yang resmi. Sehingga status kewartawanannya jelas. “Jadi semua yang mengaku dirinya sebagai wartawan harus siap – siap mengikuti uji kompetensi,” terang Sukadi.

Sementara, Kasubbag Humas Pemkab Nganjuk, Gozali saat dihubungi wartawan terkait beredarnya selebaran ini mengatakan bahwa pihaknya juga tidak tahu siapa penyebar selebaran ini. “Kami memang mendata wartawan dan media yang ada di Kabupaten Nganjuk, namun humas tidak pernah menyebut itu asli atau tidak asli ,resmi atau tidak resmi,” jelasnya. (kmto/jati)

Keterangan Gambar : Selebaran yang menggegerkan jurnalis

RedaksiUncategorized
@dakita Nganjuk - Beredarnya  selebaran gelap yang tidak jelas asal usul serta pengirimnya dan sempat beredar di beberapa SKPD Pemkab Nganjuk membuat resah para jurnalis yang meliput di wilayah Kabupaten Nganjuk. Sejumlah jurnalis yang bertugas meliput berita di wilayah Nganjuk menjadi gusar. Pasalnya, Kamis 18/9  beredar selebaran gelap yang bertuliskan daftar...