ADAKITANEWS, Kota Kediri – Makam Eyang Putri, yang berada di kawasan Eks Lokalisasi Semampir konon memang sudah ada sejak lama. Bahkan sebelum ada pemakaman umum warga Tionghoa. Tidak ada saksi mata yang mengetahui secara persis sejarah adanya makam yang hingga kini dikeramatkan tersebut.

Sumar, salah seorang sesepuh di Eks Lokalisasi Semampir mengatakan, sempat mendengar nama asli Eyang Putri yaitu Nyai Plencing Mungel. Nama itu didapat dari cerita dari ayah Sumar. “Saya sejak dari lahir makam itu sudah ada namun dulu belum dibangun, serta dulu ada pohon Lo yang besar dan makam Eyang Putri sudah ada di bawahnya,” ujarnya, Senin (02/01).

Pria berusia 97 tahun yang biasa disapa Mbah Sumar tersebut juga mengaku tidak begitu tahu tentang sejarah asli dari Eyang Putri atau Nyai Pencing Mungel itu. “Dulu memang makam itu berada di bawah pohon Lu yang tinggi dan besar, hingga pohonnya ditebang dan dijadikan pemakaman umum warga Tionghoa,” cakapnya.

Kemudian, masih kata Mbah Sumar, ketika pemakaman umum Tionghoa itu dipindahkan, hanya makam Eyang Putri yang tetap dipertahankan. “Waktu pemakaman umum itu dipindahkan untuk pemukiman warga, hanya makam Eyang Putri saja yang tidak dapat dipindahkan. Saya tidak tahu penyebab jelasnya apa,” imbuhnya.

Untuk diketahui, makam Eyang Putri yang berada di Eks Lokalisasi Semampir, tepatnya di sisi utara jembatan Semampir hingga kini masih utuh. Meski seluruh bangunan yang ada di sekitarnya telah rata dengan tanah akibat proses penggusuran yang dilakukan Pemkot Kediri pada Kamis (15/12/16) silam.(kdr4)

Keterangan gambar : Makam Eyang Putri.(dok. Adakitanews.com)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/01/020117-kdr4-kediri-eyang-putri-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/01/020117-kdr4-kediri-eyang-putri-150x150.jpgRedaksiDaerahadakitanews,Berita,Eks Lokalisasi Semampir,eyang putri,kediri
ADAKITANEWS, Kota Kediri – Makam Eyang Putri, yang berada di kawasan Eks Lokalisasi Semampir konon memang sudah ada sejak lama. Bahkan sebelum ada pemakaman umum warga Tionghoa. Tidak ada saksi mata yang mengetahui secara persis sejarah adanya makam yang hingga kini dikeramatkan tersebut. Sumar, salah seorang sesepuh di Eks Lokalisasi...