ADAKITANEWS, Nganjuk – Meski kegiatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nganjuk baru akan berlangsung pada pertengahan 2018 mendatang, nama-nama yang dikabarkan akan maju pada pesta demokrasi itu kini sudah mulai bermunculan. Bahkan, beberapa tokoh juga sudah mulai pamer muka sehingga ramai diperbincangkan masyarakat.

Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com, beberapa nama yang sejak awal 2016 diprediksi dan berhasrat bertarung dalam Pilkada Nganjuk 2018 antara lain, Siti Nurhayati atau yang kerap disapa Bu Hanung, mantan Bupati Nganjuk yang pernah maju dalam Pilkada Nganjuk 2012. Lalu Ulum Basthomi, Wakil Ketua DPRD Nganjuk dan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal itu terlihat dari keterangan Ketua DPW PKB Jatim, Halim Iskandar, saat konsolidasi partai di Nganjuk pada 12 Mei 2016 lalu. “Mohon restu para Kyai sepuh, agar Kang Ulum (Ulum Basthomi,red) didukung untuk memimpin Nganjuk,” ujarnya.

Nama lain yang disebut-sebut sudah melakukan gerilya secara gesit yaitu Budiono. Anggota MPR-RI yang dulunya pernah menjabat sebagai Sekda Nganjuk ini begitu rutin berkeliling dari satu desa ke desa lain di Nganjuk dalam beberapa bulan terakhir.

Bahkan, salah satu tim sukses Budiono yang rutin mendampingi saat bergerilya di Nganjuk mengungkapkan jika kemungkinan Budiono akan maju lewat jalur independen. “Memang ada niatan beliau untuk Pilkada Nganjuk. Rencananya lewat jalur independen,” ujarnya.

Selain beberapa nama tokoh di atas, ada beberapa nama lagi yang belum melakukan sosialisasi secara terang-terangan. Namun sudah santer dikabarkan berminat untuk bertarung dalam Pilkada memperebutkan kursi AG 1 dan AG 2 di Nganjuk.

Tokoh tersebut antara lain Sutikno, pengusaha dan politisi Partai Demokrat Nganjuk, lalu Bimantoro Wiyono, putra anggota DPR-RI Sareh Wiyono, dan Syaiful Anam, Kepala Desa Sidoharjo Tanjunganom yang sudah pernah maju dalam Pilkada Nganjuk 2012.

Pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Ahmad Hasan Ubaid mengatakan, memang tidak salah sosialisasi dini untuk menghadapi Pilkada Nganjuk 2018. Apalagi pertarungan dalam pilkada nanti disebut Hasan cenderung lebih rata.

Hal ini karena sang incumbent, Bupati Taufiqurrahman sudah tidak bisa mencalonkan diri lagi, setelah habis masa jabatannya pada 28 April 2018 mendatang.

Hasan berpendapat, semua calon yang tampil nanti bisa memiliki peluang yang sama untuk memenangkan Pilkada. Meskipun, Bupati incumbent yang juga Ketua DPC PDIP-P Nganjuk kabarnya sudah menyiapkan calon penerusnya untuk duduk di kursi AG 1.

Santer bakal kandidat yang disiapkan tidak lain adalah Ita Triwibawati, istrinya sendiri yang saat ini menjabat Sekda Jombang, sekaligus Ketua TP PKK Nganjuk. “Suasana pertarungan relatif akan lebih seimbang dan sengit,” ujar dosen Departemen Ilmu Politik UB Malang ini.(Jati)

Keterangan gambar: Ilustrasi.(google.com)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/08/ppQiMvExbs.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/08/ppQiMvExbs-150x150.jpgRedaksiPolitikadakitanews,Berita,nganjuk,pilkada
ADAKITANEWS, Nganjuk - Meski kegiatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nganjuk baru akan berlangsung pada pertengahan 2018 mendatang, nama-nama yang dikabarkan akan maju pada pesta demokrasi itu kini sudah mulai bermunculan. Bahkan, beberapa tokoh juga sudah mulai pamer muka sehingga ramai diperbincangkan masyarakat. Informasi yang dihimpun Tim Adakitanews.com, beberapa...