ADAKITANEWS, Tulungagung – Nelayan di Pantai Sidem Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, mengeluhkan keberadaan karamba benur lobster yang berada di pantai tersebut.

Penempatan karamba yang hanya berjarak sekitar 0,5 mil dari pantai ini, dianggap sangat mengganggu aktivitas nelayan yang menggunakan jaring tarik. “Meski saat ini musim ikan, namun hasil tangkapannya tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan nelayan. Karena kita tidak bisa menebar jaring lebih jauh lagi dari pantai, sebab ada karamba,” kata Sutrisno, salah satu nelayan jaring tarik.

Sutrisno mengeluhkan keberadaan karamba benur lobster yang berada di Sidem, sebab keberadaan karamba tersebut menyulitkan nelayan untuk menebar jaring. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan yang jauh menurun dibandingkan sebelum ada keramba. Padahal saat ini tengah musim ikan layur. Kini, setiap kali tarikan jaring ke pinggir pantai hanya mendapatkan ikan sebanyak 50 kilogram.

“Paling jauh nelayan hanya sampai 0,5 mil saja. Padahal kalau lebih jauh lagi, hasil tangkapan akan lebih banyak. Sebelum ada karamba benih lobster, nelayan biasanya menebar jaringnya setelah posisinya berada satu mil. Tapi saat ini kurang dari satu mil, hanya sekitar setengah mil saja, karena terhalang oleh karamba, ” ungkapnya.

Perolehan ini jauh menurun jika dibandingkan sebelum berdiri karamba mampu mendapat tangkapan ikan seberat tiga kuintal. Untuk satu kilogram ikan layur ukuran besar, mereka jual Rp. 20.000, sedangkan ukuran kecil hanya tiga ribu rupiah. “Setiap kali tarik jaring, nelayan harus mengeluarkan ongkos Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Jadi sudah bisa dihitung, kerugiannya sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta,” ujar Sutrisno.

Sejak lima hari terakhir, kondisi cuaca tengah laut di perairan selatan Jawa Timur juga mulai normal, tidak seperti sebulan sebelumnya. Kondisi ombak di tengah laut ketinggiannya mencapai empat hingga lima meter, disertai hujan dan angin. “Sekarang ini laut mulai tenang, sehingga membuat sejumlah nelayan tradisional di Pantai Sidem memulai aktivitasnya di laut, untuk menebar jaring tarik ke tengah laut,” ujar Sutrisno.

Sutrisno berharap agar pemerintah turun tangan mengatasi masalah ini, sebab kalau dibiarkan terus seperti ini, maka neleyan akan merugi terus. (ta1)

Keterangan gambar : Nelayan jaring tarik pantai Sidem.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/160917-ta1-tulungagung-nelayan.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/160917-ta1-tulungagung-nelayan-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,karamba benur lobster,nelayan,pantai sidem,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Nelayan di Pantai Sidem Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, mengeluhkan keberadaan karamba benur lobster yang berada di pantai tersebut. Penempatan karamba yang hanya berjarak sekitar 0,5 mil dari pantai ini, dianggap sangat mengganggu aktivitas nelayan yang menggunakan jaring tarik. “Meski saat ini musim ikan, namun hasil...