ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang Camat, terhadap dua orang perempuan yang pada saat itu merupakan stafnya di kantor kecamatan, memasiki babak baru.

Dua orang perempuan selaku pelapor yakni FA, 18, dan KN, 18, didampingi orang tua dan kuasa hukumnya, serta terlapor Camat Buduran, Sentot Kunmardianto didampingi istri dan kuasa hukumnya, memenuhi panggilan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo, Sabtu (10/03).

Pemanggilan kedua belah pihak ke Mapolresta Sidoarjo itu, juga dihadiri oleh para saksi untuk dilakukan konfrontir terkait kejadian dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Selain pihak pelapor dan terlapor, tadi juga dihadirkan 9 saksi. 4 dari saksi pihak kami selaku pelapor dan 5 orang saksi dari pihak terlapor,” kata Ahmad Zamroni Umatullah, Kuasa Hukum kedua pelapor usai pemeriksaan di ruang Unit PPA Polresta Sidoarjo, Sabtu (10/03) sore.

Ahmad Zamroni menambahkan, saksi-saksi yang didatangkan juga meliputi pegawai sebagai pelayanan umum serta office boy kantor Kecamatan Buduran, serta kedua pelapor sendiri. Pemeriksaan kedua kliennya itu dimulai sejak pukul 09.45 WIB dan baru selesai pada pukul 17.15 WIB.

“Kami berharap agar pihak penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo memaksimalkan penyidikan atas kasus ini,” ujarnya.‎

Saat ditanya terkait materi pemeriksaan, Ahmad Zamroni mengaku tidak bisa menyampaikannya. “Itu bukan ranah kami. Yang memiliki wewenang menjawab hanya tim penyidik Polresta Sidoarjo. Intinya kami sangat mengapresiasi penyidik Polresta Sidoarjo. Semoga kasus ini segera ada titik terang,” harapnya.‎

Terpisah, Sentot Kunmardianto, Camat Buduran saat ditemui usai menjalani pemeriksaan, hanya memberikan pernyataan singkat kepada para jurnalis.‎ “Jangan tanya ke saya, tanya ke penyidik saja,” jawab Sentot singkat.

Hartono, selaku Kuasa Hukum Sentot menegaskan jika hasil pemeriksaan atau konfrontir antara pihak pelapor dan terlapor hari ini, kedua belah pihak masih bersisikukuh dengan argumennya.

“Pihak pelapor menuduh klien kami lakukan pelecehan seksual, sedangkan pihak terlapor yakni klien saya, tidak merasa melakukan sesuai apa yang dituduhkan pelapor terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Kita lihat hasil dari penyidik Unit PPA saja,” pungkas Hartono.‎

Sekadar diketahui, Camat Buduran, Sentot Kunmardianto dilaporkan ke Sentra pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim pada 26 Oktober 2017 lalu. Sentot dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap KN, 18, dan FA, 18.‎ Kasus dugaan pelecehan seksual tersebut akhirnya dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo untuk dilakukan penyidikan.‎(sid3)‎

Keterangan gambar: Para saksi saat meninggalkan ruang Unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo usai menjalani pemeriksaan.(foto: andri santoso)‎

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180311_022022-1024x574.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180311_022022-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,camat buduran,pelecehan,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang Camat, terhadap dua orang perempuan yang pada saat itu merupakan stafnya di kantor kecamatan, memasiki babak baru. Dua orang perempuan selaku pelapor yakni FA, 18, dan KN, 18, didampingi orang tua dan kuasa hukumnya, serta terlapor Camat Buduran, Sentot Kunmardianto...