ADAKITANEWS, Blitar – Oubreak Response Imunisation (ORI) Difteri di Jawa Timur sangat penting, mengingat saat ini Provinsi tersebut telah dikategorikan sebagai Kawasan Luar Biasa (KLB) difteri.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberatasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, mulai mingu ini beberapa puskesmas dan posyandu di Kabupaten Blitar sudah mulai melakukan imunisasi difteri.

Menurutnya, ada beberapa puskesmas yang saat ini masih melakukan sosialisasi untuk selanjutnya dilakukan penjadwalan ORI.

“Pekan ini beberapa puskesmas dan posyandu sudah mulai melakukan imunisasi difteri. Tapi ada juga yang masih melakukan sosialisasi, karena pelaksanaan ORI harus didahului dengan pelaksanaan sosialisasi terlebih dahulu baru kemudian penjadwalannya,” kata Krisna, Sabtu (10/02).

Krisna menjelaskan, dengan sasaran sekitar 300 ribu anak usia 1 – 19 tahun, pihaknya menargetkan imunisasi difteri dapat selesai dalam waktu 4 minggu sehingga pada minggu pertama bulan maret semua sasaran telah terimunisasi difteri.

“Setelah imuniasasi pertama selesai kita akan segera menjadwalkan imunisasi ORI kedua pada bulan Juli dan ketiga pada bulan November,” pungkasnya.(fat)

Keterangan gambar: Krisna Yekti, Kepala Bidang Pencegahan Pemberatasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/adakitanews20180211_205737-1024x767.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/adakitanews20180211_205737-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,blitar,difteri,imunisasi
ADAKITANEWS, Blitar - Oubreak Response Imunisation (ORI) Difteri di Jawa Timur sangat penting, mengingat saat ini Provinsi tersebut telah dikategorikan sebagai Kawasan Luar Biasa (KLB) difteri. Kepala Bidang Pencegahan Pemberatasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan, mulai mingu ini beberapa puskesmas dan posyandu di Kabupaten Blitar sudah mulai...