ADAKITANEWS, Sidoarjo – Jumlah penghuni di rutan dan lapas yang over kapasitas, masih menjadi permasalahan bagi Kementerian Hukum dan HAM. Salah satunya di Lapas Kelas IIA Sidoarjo, yang berkapasitas hanya 350 orang namun kini dihuni oleh 1.100 orang.

Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir dan Moreno Soperapto, saat berkunjung ke Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Kamis (22/02). Mereka datang ke lapas Sidoarjo setelah sebelumnya berkunjung dari Rutan Kelas I Medaeng Sidoarjo. Kedua anggota dewan itu menyaksikan langsung bagaimana kondisi di dalam Rutan maupun Lapas.

Adies menyebut, Lapas Sidoarjo masih lebih manusiawi dibanding Rutan Medaeng. Meski demikian, over kapasitas di Lapas dan Rutan harus tetap mendapat perhatian lebih karena merupakan masalah yang terus menerus terjadi.‎

“Penyuluhan pengawasan ke Rutan Medaeng, Lapas Sidoarjo, dan Lapas Porong, memang yang kita lihat di Lapas Medaeng tadi over kapasitasnya. Yang kapasitasnya 500 tapi dihuni orang 2.800, disini agak berkurang,” kata Adies, politikus Partai Golkar tersebut kepada para wartawan.

Adies menambahkan, Komisi III berencana akan menggelar rapat gabungan bersama BNN, Polri, Kejaksaan, dan Kemenkum HAM untuk mencari solusi. Hal itu disampaikan karena menurut‎ pantauannya, diketahui 60 persen penghuni lapas dan rutan berasal dari kasus narkoba.‎

“Selama ini kan putusan kasus narkoba tidak sama. Barang bukti sama-sama di bawah setengah gram, ada yang divonis satu tahun, dua tahun, bahkan ada yang lima tahun. Menurut saya, ini harus diperjelas. Termasuk perbedaan vonis untuk pengguna, bandar dan sebagainya,” sambung politisi asal Surabaya tersebut.

Menurut Adies, hal lain yang perlu pertimbangan adalah terkait remisi hukuman. Pihak lapas yang harus menentukan, mana yang layak mendapat remisi dan mana yang tidak. Karena menurut Adies, cukup banyak yang sudah bertobat.‎

Sementara itu untuk Lapas Kelas IIA Sidoarjo yang baru saja terjadi aksi bunuh diri oleh warga binaannya, Adies meminta agar peristiwa tersebut diusut tuntas.

“Apa dan bagaimana sampai ada orang bunuh diri di dalam lapas. Perkelahian atau masalah apapun jangan sampai terjadi di dalam Lapas. Apalagi sampai ada orang meninggal dunia. Lha itu penjaganya memang haru lebih ketat. HP beredar saja tidak boleh iyakan,” pungkas Adies Kadir.(sid3)

Keterangan gambar : Rombongan Komisi III DPR RI, Adies Kadir dan Moreno saat berkunjung ke Lapas Kelas IIA Sidoarjo.(foto: andri santoso)‎

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/adakitanews20180222_200951-1024x575.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/adakitanews20180222_200951-150x150.jpgREDAKSINasionaladakitanews,Berita,dpr ri,lapas,over kapasitas,rutan,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Jumlah penghuni di rutan dan lapas yang over kapasitas, masih menjadi permasalahan bagi Kementerian Hukum dan HAM. Salah satunya di Lapas Kelas IIA Sidoarjo, yang berkapasitas hanya 350 orang namun kini dihuni oleh 1.100 orang. ‎ Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir dan Moreno...