IMG20150625113615-2

ADAKITANEWS, Nganjuk – Pajak kendaraan bermotor milik Pemkab Nganjuk banyak yang nunggak. Akibatnya, tarjet perolehan pajak Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Nganjuk kurang 45 persen.

Berkurangnya pendapatan dari pembayaran ipajak kendaraan bermotor (PKB) di Nganjuk ini membuat Dinas pendapatan daerah (Dispenda) Provinsi Jatim bersama Samsat Nganjuk harus turun ke lapangan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.Kamis (25/6).

Seperti diungkapkan EkoTri Junaedi, Administratur pelaksana dispenda prop jatim, kepada adakitanews.com dikantornya, dirinya membenarkan kalau pada tri wulan kedua ini PAD nya kurang sekitar 2.2 % atau senilai 2 milyart, ini disebabkan karena banyaknya kendaraan plat merah yang masih menunggak pembayaran pajaknya.

Plat merah yang menunggak pajak yang dimaksud Eko, kebanyakan kendaraan roda dua yang dipakai kepala desa.”Kalau ini bisa terbayar maka PAD kami akan tertolong sekitar 500 juta rupiah” jelasnya.

Dirinya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk untuk mencarikan jalan keluar ini. Tetapi menurut Sekda, pembayaran pajak kendaraan kepala desa sudah diserahkan kepada masing-masing kepala desa.”Bapak Sekda juga berjanji akan membatu supaya kepala desa mau memnuhi kewajiban membayar pajak kendaraannya” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Eko, selain itu saat ini lagi musim paceklik,masyarakat Nganjuk yang rata-rata sebagai petani sebagai wajib pajak masih harus mengurus sawah sehingga sementara keuangannya dialihkan untuk hal yang lebih penting, dan juga untuk kebutuhan lebaran yang sebentar lagi.”Karakter di Nganjuk kalau tanggal muda kantor kami dipenuhi pembayar pajak, tetapi kalau tanggal seperti ini pembayar pajak sepi” tambahnya. (Jati)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/IMG20150625113615-2.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/06/IMG20150625113615-2-150x150.jpgRedaksiDaerahnganjuk,Pajak,samsat
ADAKITANEWS, Nganjuk - Pajak kendaraan bermotor milik Pemkab Nganjuk banyak yang nunggak. Akibatnya, tarjet perolehan pajak Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Nganjuk kurang 45 persen. Berkurangnya pendapatan dari pembayaran ipajak kendaraan bermotor (PKB) di Nganjuk ini membuat Dinas pendapatan daerah (Dispenda) Provinsi Jatim bersama Samsat Nganjuk harus turun ke...