ADAKITANEWSpemalsuan dokumen 4pemalsuan dokumen 3pemalsuan dokumen 5, Nganjuk – Tiga anggota kawanan pemalsu dokumen kredit perbankan tertangkap unit Reskrim Polsek Warujayeng, Senin (8/2). Dari modus operandi yang dilakukan, kawanan ini berhasil membobol uan sejumlah bank dengan nilai ratusan juta rupiah.

Tiga anggota kawanan itu bernama Ahmad Machrus,33, warga Desa Katerban, Kecamatan Baron, Suparji,52, warga Kelurahan/Kecamatan Tanjuganom, Kabupaten Nganjuk dan Ahmad Yusuf,40, warga Kelurahan Banjaran, Kecamatan/Kota Kediri. Dari tangan ketiga pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti berupa 25 dokumen  palsu, sebuah mobil Avanza, berkas-berkas yang belum, jadi serta seperangkat komputer dan scanner berhasil diamankan.

“Ketiga pelaku mwnjalankan aksinya sejak November tahun lalu. Selain memalsukan KTP dan KK, komplotan ini juga memalsukan stempel serta tanda tangan kepala desa. Tujuannya untuk mencari pinjaman di bank dan berhasil cair,” terang Kapolsek Warujayeng, Kompol Thomas Sudiana mendampingi Kapolres Nganjuk, AKBP Muh.Anwar Nasir.

Informasi yang berhasil dihimpin adakitanews.com, ditangkapnya ketiga anggota komplotan pemalsu dokumen ini bermula saat Polsek Warujayeng menggelar operasi cipta kondisi di depan Mapolsek. Dalam operasi itu, semua jenis kendaraan dihentikan untuk diperiksa, baik kelengkapan surat-surat kendaraan maupun barang yang dibawa pada Kamis (5/2).

Waktu menghentikan sebuah mobil Avansa silver, petugas menemukan tumpukan map di dasbord mobil. Karena curiga, maka diperiksalah isi map tersebut. Ternyata, map itu berisi beberapa dokumen dan fotocopynya. “Setelah kita teliti, dokumen asli dan fotocopynya ada perbedaan,” kata AKP Thomas.

Mobil Avansa itu dikemudikan Ahmad Machrus yang kemudian diamankan ke Mapolsek Warujayeng untuk dimintai keterangan. “Saat diintrogasi, dia menngaku jika fotocopynya memang direkayasa agar bisa pinjam uang di bank,” terang Kompol Thomas.

Ketika didesak terus oleh petugas, Machrus mengaku dokumen palsu tersebut, dia telah dia gunakan untuk membobol bank sebanyak 25 kali dan setiap dokumen berhasil dicairkan sebesar Rp 20 juta. Sehingga, dia total uang yang berhasil dibobol melalui dokumen palsu ini sebanyak kurang lebih Rp 500 juta.

Machrus juga mengaku jika semua dokumen itu direkayasa oleh temannya yang ahli komputer. Lalu dia menyebut nama Ahmad Yusuf sebagai orang yang dimintai bantuan untuk merekayasa dokumennya. “Caranya discanner lalu dirubah nama maupun alamatnya,” imbuh Kapolsek.

Mendapat keterangan, berangkatlah unit Reskrim Polsek Warujayeng ke Kota Kediri untuk meringkus Ahmad. Akhirnya Ahmad berhasil dibekuk di rumahnya dengan barang bukti seperangkat komputer beserta monitornya dan satu unit mesin scan.

Untuk melancarkan aksinya, kedua orang itu dibantu oleh Suparji yang bertugas mencari nasabah yang akan pinjam uang ke bank namun namanya sudah diblacklist oleh bank. Kemudian dokumen orang yang akan berhutang itu diserahkan kepada Machrus lalu digarap oleh Ahmad.

Suparji berhasil dibekuk di rumahnya pada Senin pagi (8/2) dan langsung digelandang ke Mapolsek Warujayeng. “Orang ini bertugas membantu merekrut nasabah,” jelas Kompol Thomas.

Saat dikonfirmasi apakah ada orang bank yang terlibat dalam pencairan dana dengan menggunakan dokumen palsu, Kaplosek mengaku belum mwngetahui secara pasti. Kapolsek mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini. “Sementara masih kita periksa sebagai saksi dan kasus ini masih kita kembangkan,” pungkasnya. (Kmto/Jati).

REDAKSIHukum Kriminalbank,bobol,dokumen palsu,nganjuk
ADAKITANEWS, Nganjuk - Tiga anggota kawanan pemalsu dokumen kredit perbankan tertangkap unit Reskrim Polsek Warujayeng, Senin (8/2). Dari modus operandi yang dilakukan, kawanan ini berhasil membobol uan sejumlah bank dengan nilai ratusan juta rupiah. Tiga anggota kawanan itu bernama Ahmad Machrus,33, warga Desa Katerban, Kecamatan Baron, Suparji,52, warga Kelurahan/Kecamatan Tanjuganom,...